TOUNA — Titik api yang membakar lahan di Desa Longge, Kecamatan Ampana Tete, berada di bawah lereng Gunung Batu Pongke atau Langgasan. Area yang terbakar diperkirakan mencapai empat hektare dengan jarak tempuh sekitar delapan kilometer dari kantor desa setempat.
Selain di Desa Longge, kebakaran juga terjadi di RT 08 Kelurahan Uemalingku, Kecamatan Ratolindo. Personel Polsek Ampana Kota bersama Bhabinkamtibmas langsung mendatangi lokasi pada Selasa (1/9) setelah menerima laporan warga.
Empat Titik Kebakaran Terdeteksi, Satu Lokasi Sulit Dijangkau Kendaraan
Pemantauan sistem LAPAN Fire Hotspot mendeteksi titik panas di Uemarao Palampa, Desa Kasiala, serta Desa Borneang di Kecamatan Ulubongka. Petugas gabungan bersama pemadam kebakaran berhasil memadamkan api di Kelurahan Uemalingku dan Desa Borneang.
Kasi Humas Polres Tojo Una-Una Iptu Martono mengatakan lokasi kebakaran di Uemarao Palampa, Desa Kasiala, berjarak sekitar tujuh kilometer dari permukiman warga. Medan menuju lokasi disebut sulit dijangkau kendaraan, sehingga penanganan membutuhkan pemantauan berkelanjutan.
Koordinasi Lintas Instansi untuk Cegah Api Meluas
Kapolres Tojo Una-Una AKBP Yanna Djayawidya telah memerintahkan seluruh polsek jajaran meningkatkan kewaspadaan. "Pemantauan terus ditingkatkan, terutama pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla," kata Iptu Martono di Tojo Una-Una, Kamis.
Jajaran kepolisian disebut terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait. "Personel di lapangan langsung melakukan pengecekan lokasi dan bersama-sama melaksanakan upaya pemadaman," ujarnya.
Pemadaman di RT 08 Kelurahan Uemalingku berhasil dilakukan setelah petugas tiba di lokasi. Jarak titik api di Desa Borneang sekitar dua kilometer dari permukiman warga, dan berdasarkan pengecekan terakhir api telah padam.
Vegetasi Kering Jadi Pemicu, Warga Diminta Aktif Melapor
Bhabinkamtibmas dioptimalkan untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan, terutama di kawasan perkebunan dan hutan yang memiliki vegetasi kering. Kondisi ini dinilai rawan memicu kebakaran jika tidak diantisipasi.
"Kami mengajak masyarakat untuk ikut menjaga wilayahnya, terutama pada kawasan perkebunan dan hutan yang memiliki vegetasi kering. Pencegahan dan kewaspadaan bersama sangat penting agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar," kata Iptu Martono.
Koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa terus dilakukan sebagai bagian dari mitigasi. Polres Tojo Una-Una juga meningkatkan pengawasan pada titik-titik yang sebelumnya pernah terbakar agar kejadian serupa tidak terulang.