Pencarian

Latihan Super Garuda Shield 2026 di Bandung Fokus Simulasi Respons Bencana Longsor, Libatkan TNI hingga BPBD

Sabtu, 05 September 2026 • 03:07:01 WIB
Latihan Super Garuda Shield 2026 di Bandung Fokus Simulasi Respons Bencana Longsor, Libatkan TNI hingga BPBD
Personel gabungan TNI, Polri, BPBD, dan BASARNAS meninjau lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat, dalam rangka Latihan Super Garuda Shield 2026, Jumat (4/9/2026).

BANDUNG — Rangkaian Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 memasuki fase kemanusiaan. Peserta latihan dari TNI, Polri, BPBD, BASARNAS, RSUD, serta negara mitra melaksanakan kegiatan Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) di Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan ini dirancang untuk menyamakan persepsi dan prosedur tetap penanganan bencana antarinstansi, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Survei Lokasi Longsor di Bandung Barat Jadi Fokus Utama

Alih-alih sekadar simulasi di ruang tertutup, para peserta terlebih dahulu melakukan kunjungan lapangan ke BPBD Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Di dua lokasi tersebut, mereka menerima paparan detail mengenai manajemen penanggulangan bencana, sistem pelaporan, hingga kesiapan aset daerah.

Setelah menerima paparan, peserta langsung bergerak meninjau lokasi bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Survei ini menjadi bagian penting untuk memetakan kondisi medan dan kebutuhan riil di lapangan.

Mengapa Sinkronisasi Data dan Aset Jadi Kunci Penanganan Bencana?

Kolonel Lek Panca Dianto selaku Koordinator HADR menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Tujuannya adalah membangun kemampuan untuk merespons bencana secara cepat, terkoordinasi, dan saling melengkapi antarunsur.

“Kegiatan ini berguna untuk membangun kemampuan untuk merespons bencana secara cepat, terkoordinasi, dan saling melengkapi antarunsur,” ujarnya di sela kegiatan.

Koordinasi yang baik antara pusat dan daerah, serta pemahaman atas kapasitas aset masing-masing, dinilai krusial. Sebab, dalam situasi darurat, kecepatan pengambilan keputusan dan mobilisasi sumber daya sangat menentukan jumlah korban yang bisa diselamatkan.

Memperkuat Misi Kemanusiaan Terpadu TNI dan Negara Mitra

Kegiatan HADR dalam latihan militer internasional semacam SGS 2026 memiliki nilai strategis. Selain menguji prosedur, momen ini menjadi ajang berbagi pengetahuan dan teknologi penanganan bencana antara TNI dan militer negara sahabat.

Diharapkan, latihan ini mampu memperkuat kesiapsiagaan bersama serta kemampuan TNI dan negara mitra dalam melaksanakan misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana secara terpadu. Pengalaman menangani gempa bumi, tsunami, hingga tanah longsor di Indonesia menjadi modal berharga yang bisa dibagikan kepada peserta dari negara lain.

Sumber: gayabekasi.id

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks