Pencarian

Karhutla Riau Tembus 18.770 Hektare, Pelalawan Catat Penambahan Terbesar 64 Hektare dalam Sehari

Sabtu, 05 September 2026 • 03:04:31 WIB
Karhutla Riau Tembus 18.770 Hektare, Pelalawan Catat Penambahan Terbesar 64 Hektare dalam Sehari
Petugas gabungan memantau titik api di kawasan terdampak karhutla di Riau, Jumat (4/9/2026).

PEKANBARU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Provinsi Riau mencatat penambahan luas karhutla terjadi di enam kabupaten berdasarkan laporan harian, Kamis (3/9/2026). Selain Pelalawan, penambahan juga terjadi di Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, dan Rokan Hulu meski dengan luasan lebih kecil.

Dengan tambahan tersebut, Bengkalis masih menjadi wilayah dengan karhutla terluas di Riau, mencapai 8.454,40 hektare. Pelalawan menyusul di posisi kedua dengan total 6.705,39 hektare, sementara Indragiri Hilir mencatat 1.044,52 hektare dan Indragiri Hulu 615,52 hektare.

Kepala BPBD Riau: Data Berubah Sesuai Kondisi Lapangan

Kepala BPBD dan Damkar Provinsi Riau, Edy Afrizal, mengatakan laporan luasan lahan terbakar tersebut merupakan akumulasi data yang dikirim kabupaten dan kota setiap hari. Pihaknya terus memantau perkembangan karena situasi di lapangan bisa berubah cepat.

“Dari data yang kami terima kemarin, terdapat penambahan lahan terbakar sebanyak 87,9 hektare. Laporan ini terus berubah sesuai perkembangan situasi di lapangan setiap harinya,” kata Edy, Jumat (4/9/2026).

Enam Kabupaten Alami Penambahan, Siak hingga Dumai Dilaporkan Stabil

Penambahan luasan lahan terbakar dilaporkan terjadi di Kabupaten Pelalawan (64,4 hektare), Indragiri Hilir (10,5 hektare), Indragiri Hulu (10,5 hektare), serta Kepulauan Meranti dan Kuantan Singingi yang masing-masing bertambah satu hektare. Kabupaten Rokan Hulu mencatat penambahan 0,5 hektare.

Sementara itu, sejumlah daerah tidak melaporkan adanya penambahan luasan karhutla. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Siak, Bengkalis, Rokan Hilir, Kampar, serta Kota Pekanbaru dan Dumai.

Bagaimana Tim Gabungan Menangani Karhutla?

Edy menyebut penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, pemerintah kabupaten dan kota, serta Manggala Agni. Operasi pemadaman dilakukan melalui jalur darat maupun udara sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kami terus memantau perkembangan karhutla di setiap daerah. Penanganan dilakukan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” ujar Edy.

Akumulasi luas karhutla di Riau tercatat mencapai 18.770 hektare sejak 1 Januari hingga awal September 2026. Angka ini berpotensi terus bertambah seiring masih adanya titik panas yang terpantau di sejumlah wilayah.

Sumber: lancangkuning.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks