Pencarian

Karhutla Kaltim Ancam Satwa Liar, 11 Orang Utan Dievakuasi dari Sekolah Hutan IKN dan Seekor Tenggiling Luka Parah di Berau

Jumat, 04 September 2026 • 03:45:31 WIB
Karhutla Kaltim Ancam Satwa Liar, 11 Orang Utan Dievakuasi dari Sekolah Hutan IKN dan Seekor Tenggiling Luka Parah di Berau
Sebelas orang utan yang tengah menjalani rehabilitasi di sekolah hutan Jejak Pulang, KHDTK Samboja, dievakuasi ke kandang darurat akibat karhutla yang mendekati area konservasi di sekitar IKN, Kukar.

SANGATTA — Dampak karhutla yang melanda Kalimantan Timur kini merambah kawasan konservasi. Sebelas orang utan yang tengah menjalani rehabilitasi di sekolah hutan Jejak Pulang, KHDTK Samboja yang berada di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), Kukar, terpaksa dievakuasi ke kandang darurat sejak Selasa (1/9/2026) menyusul api yang mendekati area hutan mereka. Kepala Perawatan Orangutan Jejak Pulang, Siti Nur Badriyah, menyebut seluruh primata dalam kondisi kesehatan baik, tetapi perilaku mereka menunjukkan tanda kebosanan karena ruang gerak yang mendadak terbatas.

Dua Hari di Kandang, Orang Utan Kehilangan Stimulasi Alami

Perubahan drastis dialami satwa yang biasa bebas bergelantungan di antara pepohonan. Siti menjelaskan, selama di sekolah hutan, orang utan mendapatkan banyak stimulasi dari lingkungan. Kini, aktivitas mereka hanya berputar di dalam kandang evakuasi.

"Sebenarnya yang kami amati mereka itu terlihat bosan apabila dibandingkan saat mereka berada di dalam hutan. Kalau misalkan di dalam hutan mereka banyak mendapatkan stimulasi, terus ruang geraknya tidak terbatas, bebas bergerak ke mana-mana, ada liana untuk main, makanan atau pakan hutan tersedia di hutan," kata Siti kepada detikKalimantan, Kamis (3/9/2026).

Tim caregiver terus memberikan stimulasi di kandang, namun hal itu tidak sepenuhnya menggantikan kompleksitas hutan. Keputusan untuk mengembalikan kesebelas orang utan ke sekolah hutan masih bergantung pada hasil pemantauan titik api dan kepastian bahwa kawasan tersebut benar-benar aman.

Kronologi Penemuan Tenggiling yang Kakinya Terbakar di Berau

Situasi serupa terjadi di Berau, namun dengan akibat yang jauh lebih parah. Tim gabungan pemadam yang berjibaku memadamkan api sejak pagi hingga malam di Kampung Merasa pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 21.00 Wita dikejutkan dengan penemuan seekor tenggiling yang bersembunyi di dalam batang kayu terbakar.

Founder Conservation Action Network (CAN) Borneo, Paulinus Kristanto, mengatakan satwa bersisik itu langsung dievakuasi setelah tim melihat kondisinya kritis. Dua kaki belakang tenggiling tersebut mengalami luka bakar parah hingga tulangnya terlihat, dan sebagian ekornya ikut hangus terbakar.

"Pada saat kita melakukan pemadaman di Kampung Merasa itu ada sekitar delapan titik api yang berada di wilayah administrasi Kampung Merasa. Kemudian tim sudah memadamkan dari pagi sampai malam, akhirnya pada malam hari kita ketemu ada satu tenggiling saat tim lagi melakukan pemadaman," ujar Paulinus kepada detikKalimantan, Kamis (3/9/2026).

"Kita menemukan di kaki bagian belakang, dua kakinya itu ternyata sudah luka parah. Di bagian ekor juga ada terdapat bagian yang terbakar. Kondisi terakhir masih dalam perawatan intensif, namun kakinya luka parah hingga terlihat tulang," ungkapnya.

Ancaman Karhutla terhadap Habitat Satwa Dilindungi

Dua peristiwa ini menegaskan bahwa karhutla tidak hanya menyisakan asap dan kerugian materiil bagi warga, tetapi juga menempatkan satwa liar dilindungi dalam bahaya maut. Baik orang utan maupun tenggiling merupakan spesies yang dilindungi undang-undang di Indonesia. Keberadaan titik api yang kerap muncul di area konservasi dan sekitarnya, termasuk di kawasan penyangga IKN, berpotensi memutus koridor satwa yang tersisa di Kaltim. Para konservasionis di lapangan masih berfokus pada pemadaman total dan perawatan intensif terhadap satwa yang terdampak hingga kondisi mereka stabil.

Sumber: news.detik.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks