Pencarian

80 Unit Rumah Korban Bencana Hidrometeorologi di Agam Mulai Dibangun di Palembayan

Kamis, 03 September 2026 • 21:26:31 WIB
80 Unit Rumah Korban Bencana Hidrometeorologi di Agam Mulai Dibangun di Palembayan
Kepala DPRKP Agam Rinaldi (tengah) meninjau lokasi pembangunan 80 unit rumah korban bencana hidrometeorologi di Palembayan, Kabupaten Agam, Kamis (3/9/2026).

LUBUKBASUNG — Ratusan korban bencana hidrometeorologi yang melanda Kecamatan Palembayan pada akhir 2025 lalu akhirnya mendapat kepastian tempat tinggal baru. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Agam memastikan pembangunan 80 unit hunian tetap (huntap) mulai memasuki tahap pelaksanaan di Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Nagari Tigo Koto Silungkang.

Penanda dimulainya proyek ini adalah agenda serah terima lokasi pekerjaan dan personel, yang dirangkai dengan proses Mutual Check Awal (MC-0) pada Rabu (2/9/2026). Prosesi tersebut menjadi titik awal bagi kontraktor untuk mulai bekerja di lapangan.

Pemulihan Bukan Hanya Soal Atap dan Dinding

Kepala DPRKP Agam, Rinaldi, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian penting dari proses pemulihan sosial-ekonomi masyarakat pascabencana.

“Pembangunan huntap ini tidak hanya berkaitan dengan penyediaan rumah, tetapi juga merupakan bagian dari proses pemulihan masyarakat agar dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan layak,” kata Rinaldi di Lubukbasung, Kamis.

Menurutnya, kepastian tempat tinggal menjadi modal dasar bagi warga untuk kembali membangun mata pencaharian dan aktivitas sehari-hari setelah rumah mereka rusak diterjang bencana pada akhir tahun lalu.

Kontraktor Diminta Patuh Spesifikasi Teknis

Proses pembangunan tidak berjalan sendiri. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Susun dan Rumah Khusus Satker Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumbar, Ridho Ruzika, yang memimpin langsung penyerahan lokasi pekerjaan, memberikan instruksi tegas kepada pelaksana lapangan.

PT Dame Uli Jadiaman Indah selaku kontraktor pelaksana diminta untuk bekerja sesuai dengan spesifikasi teknis dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam kontrak. Ridho menilai, koordinasi yang solid antara pemerintah, aparat keamanan, hingga pemerintah nagari menjadi kunci kelancaran pembangunan.

“Koordinasi antara pemerintah, pelaksana, aparat keamanan, pemerintah nagari, dan masyarakat juga dinilai penting selama proses pembangunan,” ujar Ridho.

Target Segera Huni

Dengan dimulainya tahap pelaksanaan ini, pemerintah berharap pembangunan dapat berjalan optimal, baik dari sisi mutu maupun ketepatan waktu. Target utamanya adalah agar para korban terdampak dapat segera menempati rumah baru mereka.

Sebagai informasi, pembangunan ini menyasar warga Kecamatan Palembayan yang menjadi korban terdampak paling parah. Pemerintah daerah berharap seluruh elemen masyarakat turut mengawal jalannya proyek agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh penerima bantuan.

Sumber: sumbar.antaranews.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks