Pencarian

Aplikasi Tumbuh Kiwari dan Klinik Raksa Anak: Cara Bandung Kawal Stunting

Jumat, 23 Oktober 2026 • 09:01:31 WIB
Aplikasi Tumbuh Kiwari dan Klinik Raksa Anak: Cara Bandung Kawal Stunting
Aplikasi Tumbuh Kiwari digunakan untuk memantau pertumbuhan anak dan mendeteksi kemungkinan stunting.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Angka stunting di Kota Bandung masih berada di 22,8 persen, membuat Pemkot Bandung meluncurkan program Kawal Kiwari lewat aplikasi Tumbuh Kiwari dan Klinik Raksa Anak. Buat ibu yang ingin memantau tumbuh kembang si kecil lebih rapi, berikut penjelasan lengkap soal layanan baru ini dan cara memanfaatkannya.

Deteksi awal jadi kunci. Anak yang terindikasi stunting bisa langsung mendapat pendampingan, tanpa harus menunggu kondisinya memburuk.

Apa Itu Aplikasi Tumbuh Kiwari

Aplikasi Tumbuh Kiwari dipakai untuk memantau perkembangan anak, mulai dari status pertumbuhan hingga deteksi kemungkinan stunting. Lewat aplikasi ini, ibu bisa melihat apakah berat dan tinggi anak sesuai jalur usianya.

Kalau hasil pemantauan menunjukkan indikasi stunting, anak dapat dirujuk ke RSUD Bandung Kiwari. Rujukan ini berlaku meski anak tidak memiliki penyakit penyerta.

Layanan Konsultasi di Klinik Raksa Anak

Di Klinik Raksa Anak, anak akan berkonsultasi langsung dengan dokter gizi. Dokter memberi rekomendasi pemenuhan gizi sesuai kondisi anak, bukan sekadar menu umum.

Yang membedakan, pendampingan tidak berhenti di ruang periksa. Ibu atau keluarga anak dimasukkan ke grup WhatsApp untuk pemantauan daring berkelanjutan. Perbaikan gizi pun berlanjut di rumah, bukan hanya saat anak datang ke rumah sakit.

Mengapa Program Ini Dibuat

Farhan menjelaskan, program ini memperkuat layanan kesehatan preventif. Pencegahan dilakukan sebelum anak mengalami gangguan kesehatan yang lebih serius.

Ia juga menyoroti persoalan pembiayaan. Anak yang mengalami stunting, serta ibu hamil dan menyusui dengan kekurangan energi kronis (KEK), tidak seluruhnya bisa mengakses pembiayaan BPJS Kesehatan untuk layanan yang dibutuhkan jika tanpa penyakit tertentu.

"Kita tidak mau mereka penyakitan dulu. Justru sebelum penyakitan kita cegah bersama-sama. Ini bagian dari upaya preventif," kata Farhan di RSUD Bandung Kiwari, Kamis 22 Oktober 2026.

Melengkapi Program Zero New Stunting

Direktur Utama RSUD Bandung Kiwari, Arief Budiman, menyebut Klinik Raksa Anak dan aplikasi Tumbuh Kiwari dirancang memperkuat penanganan stunting yang sudah berjalan. Program ini melengkapi inovasi Zero New Stunting dari Dinas Kesehatan Kota Bandung.

Bedanya, program pencegahan menekan munculnya kasus baru. Kawal Kiwari menyasar anak yang sudah mengalami stunting lewat perbaikan gizi dan pemantauan tumbuh kembang.

"Kami ini merupakan program terobosan di hilir. Anak-anak yang mengalami stunting ingin kami bantu melalui perbaikan gizinya sehingga ke depannya mereka berpotensi tumbuh dan berkembang secara optimal," tutur Arief.

Yang Perlu Ibu Perhatikan

Pemantauan rutin tetap jadi kunci. Catat berat dan tinggi anak secara berkala, lalu bandingkan dengan kurva pertumbuhan sesuai usia dan jenis kelamin.

Kalau ada tanda pertumbuhan melambat atau anak tampak lebih kecil dari teman seusianya, jangan tunggu. Konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pemkot Bandung berharap model layanan RSUD Bandung Kiwari bisa diduplikasi di fasilitas kesehatan lain milik pemerintah kota. Harapannya, semakin banyak anak yang mendapat akses penanganan stunting.

Bagi ibu di Bandung, aplikasi Tumbuh Kiwari dan Klinik Raksa Anak bisa jadi jalur praktis untuk memantau tumbuh kembang anak sekaligus mendapat pendampingan gizi yang berkelanjutan.

Sumber: dialogpublik.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks