Pencarian

Anak Tidak Mau Makan saat Sakit: 7 Cara Mengatasinya Tanpa Panik

Minggu, 04 Oktober 2026 • 09:02:01 WIB
Anak Tidak Mau Makan saat Sakit: 7 Cara Mengatasinya Tanpa Panik
Anak yang sedang sakit umumnya mengalami penurunan nafsu makan.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Ketika anak demam atau sakit tenggorokan, nafsu makannya bisa drop drastis dan ibu mana pun pasti cemas melihat tubuh Si Kecil makin lemas. Jangan buru-buru panik, karena ada 7 cara praktis yang bisa Bunda coba di rumah untuk memastikan anak tetap dapat cairan dan nutrisi selama masa pemulihan.

Penurunan nafsu makan saat anak sakit adalah hal yang umum terjadi. Tubuh sedang sibuk melawan infeksi, sehingga energi anak lebih banyak diarahkan untuk proses pemulihan dibanding mencerna makanan.

American Academy of Pediatrics (AAP) melalui Healthy Children mencatat bahwa berkurangnya nafsu makan pada anak yang sakit memang wajar. Yang perlu lebih diperhatikan justru asupan cairannya, karena risiko dehidrasi meningkat ketika anak demam, muntah, atau diare.

Mengapa Nafsu Makan Anak Turun saat Sakit?

Saat demam, anak merasa tidak nyaman dan lebih mudah lelah. Kondisi ini membuatnya ingin lebih banyak tidur dan enggan beraktivitas, termasuk makan.

Keluhan lain seperti nyeri tenggorokan, sariawan, mual, muntah, diare, atau sakit perut juga membuat proses makan terasa tidak nyaman. WHO menjelaskan bahwa anak yang sakit bisa makan lebih sedikit karena tidak merasa lapar atau merasakan nyeri di mulut dan tenggorokan.

Kenapa Asupan Nutrisi Tetap Penting?

Meski nafsu makan menurun, tubuh anak tetap butuh energi dan zat gizi untuk mendukung proses pemulihan. WHO merekomendasikan pemberian makanan dalam jumlah kecil tapi lebih sering, dengan tekstur lembut, hangat, dan kaya nutrisi.

Setelah sembuh, anak dianjurkan tetap makan lebih sering untuk menggantikan nutrisi yang hilang selama sakit. IDAI juga menekankan bahwa masalah makan yang berlangsung lama bisa menurunkan asupan kalori, yang pada akhirnya memengaruhi berat badan, pertumbuhan, dan perkembangan anak.

1. Penuhi Kebutuhan Cairan Lebih Dulu

Jika anak belum mau makan, jangan langsung memaksanya menghabiskan sepiring makanan. Pastikan dulu ia mendapat cukup cairan.

Tawarkan air putih, ASI, atau susu sesuai usia dan kebiasaannya. Kalau anak mengalami diare atau muntah, dokter bisa merekomendasikan larutan oralit untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang. IDAI menekankan pentingnya memberi minum sesering mungkin untuk mencegah dehidrasi.

2. Sajikan Porsi Kecil tapi Lebih Sering

Porsi besar justru bisa membuat anak merasa tidak sanggup menghabiskannya dan makin mual. Cobalah tawarkan beberapa sendok makanan terlebih dahulu.

Kalau anak masih mau, tambahkan secara bertahap. Pola makan kecil tapi sering ini jauh lebih efektif dibanding memaksa satu porsi penuh sekaligus.

3. Pilih Makanan yang Disukai Anak

Saat sakit, anak biasanya lebih mudah menerima makanan bertekstur lembut dengan rasa yang familiar. Bubur, sup, kentang halus, telur, pisang, atau makanan rumahan kesukaannya bisa jadi pilihan.

Tetap sesuaikan dengan kondisinya. Kalau mulut atau tenggorokannya sakit, makanan yang terlalu asam atau sangat manis justru terasa tidak nyaman.

4. Sesuaikan Tekstur dengan Kondisi Anak

Anak yang pusing, sakit tenggorokan, sariawan, atau mual lebih nyaman mengonsumsi makanan lunak atau bertekstur halus. Hindari dulu makanan yang keras atau perlu banyak dikunyah.

Jika hidungnya tersumbat, bersihkan dulu agar ia lebih mudah bernapas dan nyaman saat makan.

5. Ciptakan Suasana Makan yang Santai

IDAI menganjurkan orang tua menyediakan suasana makan yang menyenangkan dan tanpa tekanan. Jika anak menutup mulut, memalingkan kepala, atau menangis, beri waktu sejenak sebelum mencoba lagi.

Ahli gizi anak Charlotte Stirling Reed menyarankan agar orang tua bersikap netral terhadap makanan. Ia mengingatkan untuk menghindari kalimat seperti, "Kalau kamu makan itu, kamu akan dapat hadiah atau hukuman."

"Cobalah bersikap netral. Hindari kalimat, 'Kalau kamu makan itu, kamu akan dapat hadiah atau hukuman'. Kalimat-kalimat seperti itu bisa berdampak sangat negatif pada anak-anak," katanya.

6. Jangan Paksa Anak Menghabiskan Makanan

Memaksa anak makan saat sakit hanya akan membuatnya makin menolak. Fokuskan pada apa yang mau ia terima, sekecil apa pun porsinya.

Yang terpenting adalah tetap ada asupan masuk, meski hanya beberapa sendok. Kebutuhan cairan tetap jadi prioritas utama.

7. Konsultasi ke Dokter Jika Kondisi Memburuk

Segera bawa anak ke dokter jika ia menolak makan dan minum sama sekali, tampak lemas, jarang buang air kecil, atau mengalami muntah dan diare terus-menerus. Tanda-tanda ini bisa mengarah pada dehidrasi yang perlu penanganan medis.

IDAI mengingatkan bahwa masalah makan berkepanjangan dapat memengaruhi tumbuh kembang anak, sehingga konsultasi lebih awal selalu lebih baik.

Menghadapi anak yang tidak mau makan saat sakit memang menguji kesabaran. Dengan porsi kecil, cairan yang cukup, dan suasana makan yang tenang, Bunda bisa membantu Si Kecil melewati masa pemulihan tanpa drama berlebihan.

Sumber: haibunda.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks