Pencarian

Influenza A Naik 51%, Balita Paling Terdampak: Panduan Ibu di Rumah

Rabu, 23 September 2026 • 09:02:01 WIB
Influenza A Naik 51%, Balita Paling Terdampak: Panduan Ibu di Rumah
Kementerian Kesehatan mencatat proporsi spesimen positif influenza naik dari 37 persen menjadi 51 persen pada Minggu ke-36 2026.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Kementerian Kesehatan mencatat proporsi spesimen positif influenza melonjak jadi 51 persen pada Minggu ke-36 2026, naik dari 37 persen pekan sebelumnya. Balita jadi kelompok paling terdampak dengan proporsi 41,9 persen, dan influenza A H1N1pdm09 paling dominan. Berikut panduan praktis untuk ibu menjaga si kecil tetap sehat.

Seberapa Serius Kenaikan Kasus Influenza A Kali Ini

Data Kemenkes yang disampaikan kepada iNews Media Group pada Selasa (20/9/2026) menunjukkan lonjakan cukup tajam dalam sepekan: dari 37 persen ke 51 persen. Angka ini merujuk pada proporsi spesimen yang dites dan hasilnya positif influenza, bukan jumlah total pasien di seluruh Indonesia.

Dari seluruh temuan, subtype A (H1N1pdm09) jadi yang paling banyak ditemukan. Artinya, virus yang beredar saat ini masih famili yang sama dengan flu musiman, bukan varian baru yang belum dikenal.

Wilayah Mana yang Paling Banyak Kasusnya

Jawa Timur mencatat temuan terbanyak, disusul Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tiga provinsi di Pulau Jawa ini jadi wilayah yang perlu ibu pantau lebih ketat, terutama kalau si kecil sedang aktif bermain di luar rumah atau bersekolah.

Kalau keluarga Anda tinggal di salah satu wilayah tersebut, bukan berarti harus panik. Yang penting adalah memperketat kebiasaan bersih dan mengenali gejala sejak awal.

Mengapa Balita Jadi Kelompok Paling Rentan

Proporsi balita yang terdampak mencapai 41,9 persen, angka yang cukup besar. Sistem imun anak di bawah lima tahun memang belum matang sepenuhnya, sehingga lebih mudah tertular virus pernapasan.

Ditambah lagi, balita biasanya belum disiplin mencuci tangan dan sering memasukkan tangan ke mulut atau mata. Di lingkungan bermain yang ramai, penularan droplet bisa terjadi sangat cepat.

Gejala Influenza A pada Anak yang Perlu Ibu Kenali

Gejala influenza A umumnya muncul mendadak, berbeda dengan pilek biasa yang datang perlahan. Anak bisa tiba-tiba demam tinggi, badan pegal, dan lemas dalam hitungan jam.

  • Demam tinggi, sering di atas 38 derajat Celsius
  • Batuk kering dan nyeri tenggorokan
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Badan pegal, kepala pusing, anak jadi rewel
  • Nafsu makan dan minum menurun

Pada balita, gejala bisa disertai muntah atau diare. Kalau demam tidak turun dalam dua sampai tiga hari, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Langkah Praktis Melindungi Balita di Rumah

Cuci tangan pakai sabun jadi pertahanan pertama yang paling murah dan efektif. Biasakan seluruh anggota keluarga mencuci tangan setelah dari luar rumah, sebelum makan, dan setelah memegang benda umum.

Bersihkan mainan dan permukaan yang sering disentuh anak, seperti gagang pintu dan meja makan, dengan pembersih rumah tangga biasa. Pastikan ventilasi rumah tetap baik agar sirkulasi udara lancar.

Kalau ada anggota keluarga yang sedang flu, gunakan masker dan pisahkan alat makan. Hindari membawa balita ke keramaian saat kasus sedang tinggi, kecuali memang mendesak.

Kapan Harus Segera ke Dokter

Ada tanda bahaya yang tidak boleh ditunggu. Bawa anak ke dokter atau rumah sakit jika napasnya cepat dan sesak, kulit kebiruan, atau sangat lemas hingga sulit dibangunkan.

Balita yang tidak mau minum sama sekali, tanda dehidrasi seperti mulut kering dan pipis berkurang, atau demam tinggi yang tak kunjung turun juga butuh penanganan medis segera. Jangan tunda demi menunggu gejala "reda sendiri".

Jangan Panik, Tapi Tetap Waspada

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapi kenaikan kasus ini. Influenza A musiman punya pola yang bisa dikelola dengan kebersihan, istirahat cukup, dan pemantauan gejala yang cermat.

Untuk ibu dengan balita, kuncinya adalah sigap mengenali tanda bahaya dan tidak ragu berkonsultasi ke tenaga kesehatan. Dengan langkah sederhana yang konsisten, risiko si kecil tertular bisa ditekan cukup signifikan.

Sumber: lifestyle.sindonews.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks