Pencarian

Puskesmas Pagerungan Besar Pantau Balita Stunting dari Rumah ke Rumah

Selasa, 22 September 2026 • 09:01:31 WIB
Puskesmas Pagerungan Besar Pantau Balita Stunting dari Rumah ke Rumah
Petugas Puskesmas Pagerungan Besar melakukan kunjungan rumah untuk memantau tumbuh kembang balita stunting.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Puskesmas Pagerungan Besar di Sumenep, Madura, menjalankan program "Tahan Banting" untuk memantau tumbuh kembang balita stunting langsung dari rumah ke rumah. Simak cara kerja program ini, siapa saja yang terlibat, dan mengapa pendekatan ini dianggap lebih efektif di wilayah kepulauan.

Puskesmas Pagerungan Besar, Sumenep, Madura, punya cara berbeda menangani stunting. Lewat inovasi bernama "Tahan Banting" (Pantau Tumbuh Kembang Balita Stunting), petugas kesehatan mendatangi rumah warga satu per satu untuk memantau kondisi balita.

Pendekatan ini muncul karena wilayah kerja puskesmas mencakup area kepulauan. Banyak keluarga yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan secara rutin, sehingga pemantauan tidak bisa hanya mengandalkan kunjungan ke puskesmas atau posyandu.

Apa Itu Program Tahan Banting

Tahan Banting adalah singkatan dari Pantau Tumbuh Kembang Balita Stunting. Program ini menjadi cara Puskesmas Pagerungan Besar memastikan setiap balita stunting tetap terpantau meski tidak datang ke fasilitas kesehatan.

Petugas kesehatan mendatangi rumah balita secara langsung. Mereka mengukur pertumbuhan, melihat kondisi keluarga, dan memberi edukasi sesuai kebutuhan masing-masing anak.

Mengapa Kunjungan Rumah Dinilai Lebih Efektif

Bidan Koordinator Puskesmas Pagerungan Besar, Yuliani, menjelaskan bahwa kunjungan rumah memungkinkan pemantauan yang lebih menyeluruh. Petugas tidak hanya mengukur, tetapi juga melihat langsung situasi keluarga.

"Kami melakukan pemantauan dari rumah ke rumah agar tumbuh kembang balita stunting bisa terus terpantau dengan baik. Jadi, bukan hanya menunggu mereka datang ke Puskesmas atau Posyandu," ujar Yuliani.

Dengan cara ini, petugas bisa memberi edukasi yang sesuai kondisi tiap keluarga. Orang tua juga didorong lebih aktif memperhatikan asupan makanan, pola pengasuhan, dan perkembangan anak.

Peran Keluarga Jadi Kunci Keberhasilan

Kepala Puskesmas Pagerungan Besar, H. Salim, menekankan bahwa penanganan stunting butuh pemantauan konsisten. Pelayanan yang hanya mengandalkan kunjungan keluarga ke fasilitas kesehatan dinilai tidak cukup.

"Dengan Tahan Banting, kami ingin memastikan balita yang membutuhkan perhatian mendapatkan pemantauan secara langsung. Kami juga ingin mengetahui kondisi keluarga, apa yang menjadi kendala, kemudian bersama-sama mencari langkah yang bisa dilakukan," ujarnya.

Salim menambahkan, tenaga kesehatan tidak hanya mengukur. Mereka juga memberi edukasi agar keluarga memahami pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak.

Kolaborasi Lintas Pihak yang Dibutuhkan

Program ini menempatkan keluarga dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari solusi. Yuliani menyebut pemantauan tumbuh kembang membutuhkan keterlibatan bersama antara tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat.

"Harapan kami, melalui Tahan Banting ini, setiap balita yang mengalami stunting bisa mendapatkan pemantauan dan pendampingan secara berkelanjutan, sehingga perkembangannya dapat diketahui dan ditindaklanjuti sejak dini," katanya.

Salim menegaskan hal serupa. Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa dilakukan puskesmas sendiri.

"Harapan kami, inovasi ini bisa memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga dan masyarakat. Karena penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh Puskesmas sendiri, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan semua pihak," pungkasnya.

Yang Bisa Ibu Lakukan di Rumah

Program Tahan Banting menunjukkan bahwa pemantauan tumbuh kembang anak bukan hanya soal angka di buku KIA. Ada keluarga yang perlu didampingi dan orang tua yang perlu dikuatkan.

Bagi ibu di mana pun, langkah sederhana seperti menimbang berat badan anak secara rutin, mencatat tinggi badan, dan berkonsultasi ke posyandu atau puskesmas terdekat tetap penting. Jika ada kendala akses, tanyakan apakah fasilitas kesehatan di daerah Anda punya program kunjungan rumah.

Tumbuh kembang anak berjalan cepat. Semakin dini pemantauan dilakukan, semakin besar peluang intervensi yang tepat sasaran.

Sumber: mediapribumi.id

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks