Pencarian

Imunisasi Campak di Mokwam Manokwari: 50 Anak Ikut ORI

Minggu, 11 Oktober 2026 • 09:01:31 WIB
Imunisasi Campak di Mokwam Manokwari: 50 Anak Ikut ORI
Anak menerima imunisasi campak dalam program ORI di Distrik Mokwam, Manokwari.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Sebanyak 50 anak di Kampung Amber dan Asarbey, Distrik Mokwam, Kabupaten Manokwari, menerima imunisasi campak melalui program outbreak response immunization (ORI). Simak penjelasan Dinkes Papua Barat soal jadwal, reaksi demam ringan, dan dukungan posyandu kampung untuk tumbuh kembang anak.

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat menggelar imunisasi campak bagi 50 anak di dua kampung Distrik Mokwam, Kabupaten Manokwari. Pelayanan massal ini berlangsung pada Jumat (9/10) dan menyasar anak-anak yang belum lengkap status imunisasinya.

Kegiatan ini bagian dari outbreak response immunization (ORI), yaitu respons cepat ketika muncul risiko kejadian luar biasa campak di suatu wilayah. Orang tua dilibatkan langsung agar seluruh anak sasaran benar-benar menerima imunisasi.

Mengapa Imunisasi Campak Disebut Hak Anak

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Papua Barat, Frans Abidondifu, menegaskan imunisasi bukan sekadar program pemerintah. Menurutnya, imunisasi adalah hak anak untuk hidup sehat.

"Imunisasi ini adalah hak anak untuk sehat. Orang tua yang sayang dan bertanggung jawab harus membawa anaknya untuk diimunisasi," ujarnya di Manokwari, Sabtu (10/10).

Imunisasi membantu tubuh anak membentuk kekebalan terhadap penyakit menular. Karena itu, Frans meminta masyarakat memanfaatkan pelayanan yang sudah disediakan pemerintah, bukan menundanya tanpa alasan jelas.

Reaksi Demam Ringan Usai Imunisasi, Jangan Panik

Kekhawatiran orang tua terhadap reaksi pasca-imunisasi kerap jadi penghalang. Frans meminta orang tua tidak panik bila anak mengalami demam ringan, karena kondisi itu umum terjadi dan biasanya mereda sendiri.

Yang perlu diwaspadai adalah demam tinggi, demam berkepanjangan, atau gejala lain yang mengkhawatirkan. Jika muncul tanda seperti itu, segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk diperiksa.

Selain imunisasi, keluarga diharapkan membiasakan anak mencuci tangan sebelum makan dan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Dua kebiasaan sederhana ini membantu menekan risiko penyakit menular pada anak.

Dukungan Kampung: Posyandu dan Makanan Tambahan

Kepala Kampung Amber, Sarah Since Sayori, menyatakan pemerintah kampung mendukung penuh pelaksanaan ORI campak. Program ini melibatkan Dinkes Papua Barat, Dinkes Kabupaten Manokwari, dan Puskesmas Mokwam.

Dukungan lain datang lewat pelayanan posyandu setiap tanggal 7 untuk menimbang berat badan dan memantau tumbuh kembang anak. Pemerintah kampung juga menyediakan makanan tambahan seperti kacang hijau untuk membantu pemenuhan gizi anak.

"Ke depan, kami berharap ada kegiatan serupa yang dapat terus mendukung kesehatan anak-anak di Kampung Amber," ujar Sarah.

Masih Ada Waktu: Datang ke Puskesmas Mokwam

Orang tua yang belum membawa anak mengikuti pelayanan massal diminta segera mendatangi Puskesmas Mokwam selama periode ORI campak berlangsung. Ajakan yang sama berlaku untuk warga lain yang belum ikut program ini.

Frans berharap seluruh anak sasaran menyelesaikan rangkaian imunisasi. "Kita berharap semua anak mendapatkan imunisasi sampai selesai, agar anak-anak Papua dapat tumbuh sehat," katanya.

Membawa anak sesuai jadwal imunisasi adalah langkah kecil dengan dampak panjang. Satu kunjungan ke puskesmas hari ini membantu anak tumbuh sehat dan terlindungi dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.

Sumber: koran-jakarta.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks