Pencarian

IFG Life Bayar Klaim Rp33,76 Triliun hingga September 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 • 08:01:31 WIB
IFG Life Bayar Klaim Rp33,76 Triliun hingga September 2026
Direktur Keuangan IFG Life Ryan Diastana Firman menyampaikan realisasi pembayaran klaim perusahaan.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) telah membayar klaim senilai Rp33,76 triliun sejak Oktober 2020 hingga September 2026. Realisasi itu menegaskan komitmen perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada pemegang polis selama enam tahun beroperasi. Pembayaran klaim menjadi indikator penting bagi industri asuransi jiwa yang tengah diuji kepercayaan publiknya.

Jakarta — Angka Rp33,76 triliun itu bukan nominal kecil. IFG Life, anggota Indonesia Financial Group (IFG), mencatat total pembayaran klaim sebesar itu sejak Oktober 2020 hingga September 2026. Direktur Keuangan IFG Life Ryan Diastana Firman menyebut capaian tersebut sebagai bukti tanggung jawab perusahaan terhadap para pemegang polis.

Periode enam tahun menjadi penanda perjalanan perusahaan di tengah industri asuransi jiwa yang bergerak dinamis. IFG Life beroperasi di bawah holding BUMN asuransi dan penjaminan, Indonesia Financial Group.

Beban Klaim dan Kepercayaan Pemegang Polis

Pembayaran klaim senilai Rp33,76 triliun mencerminkan besarnya kewajiban yang telah diselesaikan IFG Life kepada nasabah. Bagi pemegang polis, kemampuan perusahaan membayar klaim tepat waktu menjadi ukuran utama kredibilitas sebuah asuransi jiwa.

Ryan menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Perusahaan juga berencana memperluas akses perlindungan melalui kemitraan strategis, serta menghadirkan inovasi yang memudahkan masyarakat mengakses layanan asuransi.

"Enam tahun perjalanan IFG Life menjadi momentum bagi kami untuk terus menghadirkan perlindungan yang bermakna bagi masyarakat Indonesia," kata Ryan, dikutip Sabtu (24/10/2026).

Pernyataan itu disampaikan di tengah tekanan industri asuransi jiwa nasional yang masih berupaya memulihkan kepercayaan publik. Sejumlah perusahaan asuransi menghadapi persoalan likuiditas dalam beberapa tahun terakhir, sehingga kemampuan membayar klaim menjadi pembeda antarpemain.

Kemitraan Perbankan Jadi Jalur Distribusi

IFG Life tidak hanya mengandalkan kanal penjualan konvensional. Perusahaan membangun kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, termasuk perbankan, sebagai jalur distribusi produk perlindungan.

Kerja sama dengan bank memungkinkan produk asuransi jiwa menjangkau nasabah melalui jaringan dan layanan mitra. Model distribusi semacam ini lazim dipakai perusahaan asuransi jiwa untuk menekan biaya akuisisi sekaligus memperluas basis pemegang polis.

Bagi nasabah bank, akses terhadap produk perlindungan menjadi lebih dekat karena bisa diperoleh di kantor cabang atau layanan digital mitra. Perusahaan pun mendapat saluran penjualan yang sudah memiliki basis pelanggan mapan.

Apa Langkah IFG Life Selanjutnya

Ryan menyatakan perusahaan akan terus memperluas akses perlindungan melalui kemitraan strategis dan inovasi layanan. Fokusnya adalah memudahkan masyarakat dalam mengakses produk asuransi jiwa.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses perlindungan melalui kemitraan strategis, serta menghadirkan inovasi yang memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan asuransi," ujarnya.

Bagi IFG Life, rekam jejak pembayaran klaim menjadi modal utama bersaing di pasar asuransi jiwa domestik. Perusahaan yang mampu menjaga rasio kecukupan modal dan likuiditas akan lebih dipercaya pemegang polis maupun mitra distribusi.

Realisasi klaim Rp33,76 triliun dalam enam tahun menempatkan IFG Life sebagai salah satu pemain dengan volume pembayaran signifikan di industri asuransi jiwa nasional. Ke depan, kemampuan menjaga ritme pembayaran klaim sekaligus memperluas penetrasi pasar akan menentukan posisinya di tengah persaingan yang makin ketat.

Sumber: idxchannel.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks