LIPUTANHARIAN.CO.ID — Santeon Brown (29), turis asal Amerika Serikat, memilih bermalam di lantai Bandara Internasional San Francisco daripada menyewa hotel. Perjalanan spontan dari Los Angeles ke San Francisco itu hanya memakan tiket pesawat sekali jalan USD 20 atau sekitar Rp 361 ribu. Pengalamannya dibagikan lewat video TikTok pada 15 Oktober dan langsung memicu perdebatan warganet soal untung-rugi tidur di bandara.
Alasan Memilih Lantai Bandara
Brown merasa lebih aman berada di dalam bandara daripada keluar dan berjalan-jalan di kota yang belum dikenalnya pada larut malam. Area bandara memberinya rasa aman karena berada dalam lingkungan yang telah melalui pemeriksaan keamanan. Ia pun mengaku tidak terlalu mempermasalahkan harus tidur di lantai demi menghemat pengeluaran.
Pengalaman tidur di tempat sederhana bukan hal baru bagi Brown. Ia mengaku sudah terbiasa dengan aktivitas luar ruang dan berkemah, sehingga kondisi minim fasilitas tidak menjadi persoalan besar.
Pro Kontra di Media Sosial
Video yang ia unggah di TikTok pada 15 Oktober langsung memicu perdebatan. Sebagian warganet mempertanyakan apakah penghematan biaya hotel sebanding dengan ketidaknyamanan tidur di lantai, termasuk risiko masalah kebersihan hingga rasa sakit pada tubuh.
Sebagian lagi justru menilai cara Brown cukup praktis, terutama bagi traveler dengan anggaran terbatas. Beberapa pengguna bahkan membagikan pengalaman serupa ketika memilih bermalam di bandara untuk menekan biaya perjalanan.
Tips dari Brown untuk yang Ingin Mencoba
Meski tidak bisa mandi selama berada di bandara, Brown tetap berusaha menjaga kebersihan. Setiap pagi ia menggosok gigi, mencuci muka, serta menggunakan tisu basah di toilet umum.
Bagi pelancong yang ingin melakukan hal serupa, ia menyarankan membawa barang sesedikit mungkin. Menyiapkan perlengkapan penting juga disebutnya kunci agar tetap nyaman selama beristirahat di bandara.
Yang Perlu Dipertimbangkan Traveler
Tidur di bandara memang bisa memangkas pengeluaran akomodasi, terutama untuk perjalanan singkat yang tiba malam dan berangkat pagi. Namun kenyamanan, kebersihan, dan kondisi fisik tetap perlu dihitung sebelum memutuskan.
Bagi traveler Indonesia yang merencanakan perjalanan hemat, opsi bermalam di bandara sebaiknya dicek dulu aturan masing-masing pengelola. Tidak semua bandara membolehkan penumpang menginap di area keberangkatan, dan fasilitas seperti toilet umum serta ruang tunggu bisa berbeda-beda.
Durasi ideal untuk mencoba cara ini adalah satu malam sebelum penerbangan pagi, bukan untuk menginap berhari-hari. Bawa perlengkapan kebersihan pribadi, jaket tipis, dan power bank agar tetap nyaman tanpa mengganggu penumpang lain.