Pencarian

Arab Saudi Perketat Izin Wilayah Perbatasan Yaman, Penerbangan ke Madinah Masih Normal

Jumat, 18 September 2026 • 11:41:31 WIB
Arab Saudi Perketat Izin Wilayah Perbatasan Yaman, Penerbangan ke Madinah Masih Normal
Pemerintah Amerika Serikat memperbarui imbauan perjalanan ke Arab Saudi menyusul meningkatnya risiko keamanan di kawasan Timur Tengah.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Pemerintah Amerika Serikat memperbarui imbauan perjalanan ke Arab Saudi menyusul meningkatnya risiko serangan rudal, drone, dan terorisme di kawasan Timur Tengah. Fasilitas militer AS, bandara, kawasan diplomatik, hingga infrastruktur energi disebut berpotensi terdampak. Penerbangan komersial menuju Madinah masih beroperasi normal, tetapi wisatawan diminta memantau perkembangan keamanan sebelum berangkat.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat meminta warganya mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke Arab Saudi. Imbauan itu muncul setelah ketegangan militer di kawasan Timur Tengah kembali memanas, terutama di sekitar Yaman dan pesisir Laut Merah. Sejumlah negara lain turut memperbarui peringatan serupa bagi warga mereka.

Dalam laporan yang mengutip The Khaama Press, pemerintah AS menyebut sejumlah titik di Arab Saudi berisiko terkena serangan rudal, drone, maupun aksi terorisme. Fasilitas militer AS, bandara, lokasi diplomatik, infrastruktur energi, dan tempat-tempat yang terkait kepentingan Amerika masuk dalam daftar yang perlu diwaspadai.

Wilayah yang Dibatasi dan Wajib Izin Khusus

Bagi pegawai pemerintah AS, otoritas setempat menerapkan pembatasan tambahan. Mereka dilarang bepergian dalam radius sekitar 32 kilometer dari perbatasan Yaman. Perjalanan ke Jizan, Asir, Najran, dan Qatif juga hanya boleh dilakukan dengan izin khusus.

Risiko tidak hanya datang dari serangan langsung. Puing rudal atau drone yang berhasil dicegat dikhawatirkan jatuh ke kawasan permukiman. Situasi ini menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan yang sedang menyusun rencana liburan ke Arab Saudi.

Status Bandara Madinah dan Serangan 10 September

Bandara Madinah masih beroperasi dan belum ada pengumuman resmi soal penutupan. Otoritas Arab Saudi melaporkan fasilitas East–West Pipeline di wilayah Madinah menjadi sasaran serangan pada 10 September. Laporan itu tidak menyebut adanya serangan yang menyasar Kota Madinah maupun bandara.

Meski begitu, kondisi regional tetap berpotensi memengaruhi jadwal penerbangan. Inggris mengimbau warganya menghindari area sekitar perbatasan Yaman. Australia meminta wisatawan mempertimbangkan ulang perjalanan dan menjauhi kawasan tersebut. Kanada memperingatkan kemungkinan gangguan penerbangan akibat aktivitas militer, sementara EASA mengeluarkan imbauan kewaspadaan bagi penerbangan di sekitar Teluk Persia dan Teluk Oman.

Maskapai yang Masih Melayani Rute Madinah

Jadwal penerbangan menuju Madinah masih mencakup rute domestik dan internasional. Maskapai Arab Saudi seperti Saudia dan flynas tetap melayani sejumlah penerbangan domestik serta rute regional. Wisatawan dari luar negeri perlu mencermati penerbangan lanjutan secara terpisah, khususnya bagi yang transit di kawasan Teluk.

Ketersediaan jadwal tidak menjamin penerbangan berangkat sesuai rencana atau kursi masih tersedia saat pemesanan. Calon penumpang sebaiknya memantau status penerbangan melalui pelacak penerbangan MED, situs resmi bandara, maupun aplikasi maskapai. Informasi bisa berubah mengikuti kondisi keamanan dan operasional di kawasan.

Sebelum membeli tiket, calon penumpang dapat mempertimbangkan rute alternatif melalui Jeddah atau Riyadh. Kebijakan maskapai soal perubahan jadwal, pembatalan, dan pengembalian dana juga perlu diperiksa untuk mengantisipasi gangguan perjalanan.

Umrah 1448 Hijriah dan Izin Masuk Rawdah

Madinah tetap menjadi tujuan jemaah selama musim Umrah 1448 Hijriah. Rangkaian ibadah utama berlangsung di Makkah, tetapi jemaah biasanya juga mengunjungi Masjid Nabawi. Bagi yang ingin beribadah di area Rawdah, izin masuk perlu diperoleh melalui aplikasi Nusuk.

Jemaah tidak memerlukan izin khusus untuk melaksanakan salat biasa di Masjid Nabawi. Mereka tetap harus memiliki dokumen izin masuk Arab Saudi yang masih berlaku. Persiapan kesehatan juga wajib diperhatikan sebelum keberangkatan.

Jemaah Umrah diwajibkan memiliki vaksin meningokokus ACWY. Vaksin demam kuning berlaku bagi pelancong yang berasal dari negara tertentu. Di tengah situasi regional yang dinamis, jemaah sebaiknya menyiapkan rencana perjalanan yang fleksibel dengan memperhatikan cuaca dan perkembangan keamanan terbaru.

Tips bagi Wisatawan dan Jemaah

  • Pantau status penerbangan lewat pelacak MED, situs bandara, atau aplikasi maskapai sebelum berangkat.
  • Siapkan rute alternatif melalui Jeddah atau Riyadh bila terjadi gangguan jadwal.
  • Periksa kebijakan refund dan perubahan jadwal maskapai sejak awal pemesanan.
  • Pastikan dokumen izin masuk Arab Saudi masih berlaku, termasuk izin Rawdah via Nusuk bagi yang ingin beribadah di area tersebut.
  • Lengkapi vaksin meningokokus ACWY, dan vaksin demam kuning bila berasal dari negara yang disyaratkan.
  • Hindari wilayah perbatasan Yaman serta area yang masuk daftar pembatasan otoritas setempat.

Wisatawan yang tetap berangkat sebaiknya menyiapkan rencana perjalanan fleksibel dan memantau informasi terbaru dari kedutaan atau dinas pariwisata setempat. Durasi ideal kunjungan ke Madinah umumnya tiga hingga empat hari, cukup untuk ibadah, ziarah, dan menyesuaikan diri bila terjadi perubahan jadwal penerbangan.

Sumber: liputan6.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks