Pencarian

Presiden Prabowo Pastikan Masalah Domestik Tertangani Sebelum Kunjungan ke Rusia, Ini Rangkaian Agendanya

Selasa, 08 September 2026 • 09:02:31 WIB
Presiden Prabowo Pastikan Masalah Domestik Tertangani Sebelum Kunjungan ke Rusia, Ini Rangkaian Agendanya
Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat pada 22 Agustus 2026.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto menjalankan agenda pemantauan langsung ke sejumlah daerah terdampak bencana pada pekan ketiga dan keempat Agustus 2026, jauh sebelum bertolak ke Rusia. Rangkaian itu mencakup peninjauan lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Riau, hingga Palembang, serta kunjungan ke Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa bumi.

Penanganan Karhutla dan Gempa Jadi Prioritas Sebelum Terbang ke Rusia

Pada 22 Agustus 2026, Presiden Prabowo terbang ke Kalimantan Barat. Di sana, ia menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri, pimpinan lembaga, dan jajaran pemerintah daerah, sekaligus meninjau langsung kondisi lapangan penanganan karhutla.

Dua hari kemudian, agenda serupa dilanjutkan ke Kalimantan Tengah untuk mengecek dan memimpin langsung upaya pemadaman. Tanggal 24 Agustus 2026, Presiden kembali bertolak ke Riau dan Palembang dengan tujuan yang sama: memastikan karhutla terkendali.

Puncaknya, pada 26 Agustus 2026, orang nomor satu di Indonesia itu mendatangi Kabupaten Nagekeo, NTT. Lokasi ini tengah dilanda gempa bumi. Kunjungan itu untuk melihat langsung kondisi warga terdampak serta memastikan bantuan dan proses pemulihan pascabencana berjalan optimal.

Alasan Publik Kerap Mempertanyakan Manfaat Kunjungan Luar Negeri

Qodari mengakui, publik kerap bertanya soal manfaat langsung dari lawatan presiden ke luar negeri, terutama saat Indonesia masih menghadapi bencana di dalam negeri. Pertanyaan itu dinilainya wajar.

"Pemerintah memahami bahwa publik kerap bertanya, apa manfaat langsung dari kunjungan luar negeri presiden ke Rusia beberapa hari lalu?" ujarnya dalam keterangan resmi Bakom RI, Selasa (8/9/2026).

Menurut Qodari, rangkaian agenda domestik yang padat sebelum keberangkatan membuktikan bahwa Presiden Prabowo menempatkan persoalan rakyat sebagai prioritas utama. "Karena itu, sebelum melakukan kunjungan ke luar negeri, Presiden Prabowo selalu memastikan lebih dulu bahwa semua persoalan di dalam negeri sudah ditangani dengan baik," katanya.

EEF ke-11 Jadi Ajang Dorong Investasi dan Perdagangan RI-Rusia

Dalam forum EEF ke-11 di Rusia, Presiden Prabowo tidak hanya hadir sebagai tamu negara. Ia secara aktif mengajak pelaku usaha global menanamkan modal dan menciptakan nilai tambah di Indonesia.

Presiden juga mendorong Rusia untuk menggandakan nilai perdagangan bilateral apabila perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia resmi berlaku. Sektor pangan dan energi turut menjadi fokus penguatan kerja sama kedua negara.

"Bagi Presiden Prabowo, setiap agenda kunjungan luar negeri selalu diarahkan sebagai bagian dari upaya mencari solusi, membuka peluang ekonomi, dan membawa manfaat nyata kembali ke Indonesia," tegas Qodari.

Diplomasi dan penanganan masalah domestik, lanjut Qodari, bukan dua hal yang bertentangan. Keduanya dijalankan bersamaan dan saling melengkapi untuk satu tujuan utama: menyejahterakan rakyat Indonesia. "Masyarakat Indonesia harus menjadi penerima manfaat utama dari setiap langkah diplomasi yang dilakukan pemerintah," pungkasnya.

Sumber: akurat.co

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks