Pencarian

Prabowo Susun Koalisi Besar ala Othello, Nasdem-PKB-PKS Masuk Pemerintah

Rabu, 02 September 2026 • 18:02:01 WIB
Prabowo Susun Koalisi Besar ala Othello, Nasdem-PKB-PKS Masuk Pemerintah
Presiden Prabowo Subianto merangkul Nasdem, PKB, dan PKS ke dalam koalisi pemerintahan pasca-Pilpres 2024.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto tidak sedang bermain catur dalam konsolidasi kekuasaannya. Ia memilih pola permainan Othello: setiap bidak lawan yang berhasil diapit dibalik warnanya menjadi sekutu, bukan dieliminasi seperti dalam catur.

Strategi ini langsung terlihat pada lanskap pasca-Pilpres 2024. Partai-partai yang sebelumnya berseberangan kini merapat ke dalam koalisi pemerintahan yang tunggal dan inklusif.

Nasdem, PKB, dan PKS Kini Satu Kubu

Nasdem dan PKB, yang semula berada di luar pemerintahan, berhasil "dibalik" masuk ke dalam koalisi. PKS kemudian ditarik agar tidak terbentuk oposisi ideologis yang solid di parlemen.

Komunikasi tingkat tinggi dengan PDI-P juga tetap dijaga. Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menolak label "oposisi" dan memilih istilah "penyeimbang" untuk menggambarkan hubungan istimewa dengan Prabowo.

Dalam permainan Othello, empat sudut papan adalah posisi paling strategis karena permanen dan tidak bisa dibalik. Prabowo menerapkannya dengan mengamankan legislatur, soliditas TNI/Polri, serta agenda ketahanan pangan, hilirisasi energi, dan gizi nasional sebagai jangkar legitimasi publik.

Risiko Fungsi Pengawasan DPR Tereduksi

Kekhawatiran muncul ketika hampir semua partai mendukung pemerintah. Fungsi pengawasan DPR berisiko menjadi formalitas belaka karena tidak ada kekuatan penyeimbang yang berdiri sendiri.

Diskursus kritis pun dapat bergeser ke jalanan, kampus, dan media sosial. Kabinet yang membengkak juga menjadi konsekuensi logis dari kompromi politik dengan banyak partai.

Musyawarah-Mufakat Bukan Westminster

Kekhawatiran itu perlu diletakkan dalam kerangka sistem presidensial multipartai Indonesia yang berakar pada tradisi musyawarah-mufakat, bukan model Westminster yang membutuhkan oposisi terpolarisasi.

Mekanisme checks and balances kini bergeser dari oposisi antarfraksi menjadi pengawasan internal koalisi. Perdebatan kritis, kompromi, dan penyesuaian regulasi selesai sebelum kebijakan digulirkan, sehingga kebuntuan politik yang merugikan publik bisa diminimalkan.

Di era transparansi informasi, partisipasi publik tidak melulu bergantung pada representasi legislatif formal. Tekanan dari pers, akademisi, dan masyarakat sipil tetap menjadi penyeimbang yang efektif. Perluasan kabinet pun dapat dimaknai sebagai strategi diferensiasi fungsional untuk menjawab tantangan transformasi global yang semakin kompleks.

Peta Strategi Global ala Othello

Pendekatan yang sama diterapkan Prabowo di kancah internasional. Indonesia tidak ingin menjadi pion pasif di antara tarikan Washington dan Beijing.

Dengan mengamankan "petak sudut" strategis, pemerintah berusaha memperkuat kedaulatan dan memastikan Indonesia tidak bisa didikte oleh kekuatan asing mana pun.

Strategi big tent memang menghasilkan stabilitas politik yang jarang terjadi. Namun persoalan kualitas demokrasi tetap menjadi tanda tanya yang harus diawasi publik sepanjang pemerintahan ini berjalan.

Sumber: akurat.co

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks