Pencarian

Kemenbud-KPU Siapkan Revitalisasi Museum Pemilu, Target Gen Z dan Simulasi Coblos

Rabu, 02 September 2026 • 11:09:01 WIB
Kemenbud-KPU Siapkan Revitalisasi Museum Pemilu, Target Gen Z dan Simulasi Coblos
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima Ketua KPU Muhammad Afifuddin di kantor kementerian, Jakarta, Selasa (1/9), untuk membahas revitalisasi Museum Perjalanan Pemilu.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Kementerian Kebudayaan dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyepakati pengembangan Museum Perjalanan Pemilu yang selama ini dinilai lebih berfungsi sebagai gudang artefak ketimbang ruang edukasi sejarah demokrasi. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima Ketua KPU Muhammad Afifuddin di kantor kementerian, Jakarta, Selasa (1/9), untuk membahas skema revitalisasi tersebut.

Museum yang berlokasi di kantor KPU Jakarta Timur itu baru dibuka pada 3 Agustus 2026 dan menyimpan koleksi artefak pemilu sejak 1955. Fadli menilai perjalanan pemilu Indonesia yang panjang belum terekam dalam museum yang layak.

Arahan Baru dari Menbud: Simulasi Coblos hingga Kurasi Koleksi

Fadli mengatakan Kementerian Kebudayaan akan membantu dari sisi tenaga ahli, penataan pameran, hingga penyusunan alur cerita atau storyline museum. Ia mencontohkan keterlibatan kurator dari Museum Nasional Indonesia dalam proses revitalisasi.

"Kita bisa bekerja sama dari sisi tenaga ahli, misalnya dari Museum Nasional Indonesia, karena memang museum ini harus menarik dari sisi tata pamer, dan kemudian nanti ada sentuhan-sentuhan digital," kata Fadli dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis.

Materi museum akan disusun berdasarkan linimasa pemilu sejak 1955 hingga sekarang. Koleksinya mencakup lambang peserta pemilu, pamflet, buku hasil Pemilu 1955, dan berbagai dokumen yang merekam perjalanan demokrasi Indonesia.

Interaktivitas Kunci Tarik Minat Anak Muda

Fadli mendorong museum menghadirkan pengalaman imersif, salah satunya melalui simulasi pemilihan umum. Menurut dia, pendekatan ini penting untuk menarik kunjungan generasi muda, termasuk Gen Z, yang terbiasa dengan konten visual dan partisipatif.

"Kementerian Kebudayaan mendorong pengembangan pengalaman imersif dan interaktif, antara lain melalui simulasi pemilihan umum, pameran temporer, serta ruang partisipasi pengunjung untuk menarik minat generasi muda, termasuk Gen Z," ujarnya.

Ketua KPU Muhammad Afifuddin menyatakan lembaganya telah memulai program kunjungan edukatif untuk memperkenalkan sejarah pemilu kepada pelajar dan mahasiswa. Pengembangan ke depan akan difokuskan pada penataan koleksi, kurasi pameran, serta digitalisasi akses masyarakat terhadap dokumen sejarah pemilu.

Koleksi Bersejarah Jadi Modal Edukasi Demokrasi

Museum Perjalanan Pemilu menyimpan sejumlah koleksi berharga yang menandai tonggak demokrasi Indonesia, termasuk perlengkapan Pemilu 1955 yang merupakan pemilu pertama era kemerdekaan. Material historis ini dinilai penting untuk menjelaskan evolusi sistem politik nasional kepada generasi yang lahir setelah reformasi.

Langkah kolaborasi ini juga membuka peluang bagi KPU untuk memperluas fungsi museum sebagai pusat riset bagi akademisi dan peneliti. Dengan tambahan fasilitas digital, museum diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga rujukan data kepemiluan nasional.

Sumber: voi.id

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks