LIPUTANHARIAN.CO.ID — Kericuhan terjadi di arena konser Sam Poo Kong, Kecamatan Semarang Barat, pada Sabtu (19/9) sekitar pukul 19.30 WIB. Kapolsek Semarang Barat AKP Darwin Tamba menyebut insiden dipicu salah paham antara pihak ticketing dan pengunjung, bukan semata antrean panjang. Polisi berencana memanggil penyelenggara pekan depan untuk mengklarifikasi persiapan acara.
Kapolsek Semarang Barat, AKP Darwin Tamba, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, kericuhan bukan disebabkan antrean tiket yang terlalu panjang seperti dugaan awal.
Pemicu Kericuhan Menurut Polisi
Darwin menjelaskan, masalah muncul karena adanya pengunjung yang keluar dari arena lalu hendak masuk kembali. Panitia memiliki aturan bahwa penonton yang sudah keluar tidak diperbolehkan masuk lagi.
"Pihak ticketing sama pengunjung salah paham aja," kata Darwin saat dihubungi detikJateng.
Ia menampik anggapan bahwa antrean panjang menjadi penyebab utama. Menurutnya, kapasitas di dalam arena sudah penuh saat kejadian berlangsung.
"(Karena antrean terlalu panjang?) Bukan panjang. Cuma karena di dalam udah penuh, ada yang keluar," jelasnya.
"Dari panitia itu (aturannya) kalau yang udah keluar, kalau bisa jangan masuk lagi. Nah, itu jadi ada miskomunikasi," lanjut Darwin.
Video Kericuhan Viral di Media Sosial
Kericuhan di arena luar konser Sam Poo Kong turut beredar luas di media sosial. Salah satu akun Instagram, @infokejadiansemarang.new, mengunggah video yang memperlihatkan pengunjung menerobos gerbang.
"Kerusuhan di sam pookong konser hari sabtu 19 September 2026. Kronologi penukaran tiket terlalu lama dan penonton tidak sabar menunggu antrian luar biasaa," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Dalam video itu, sejumlah pengunjung tampak mendesak masuk hingga menyebabkan kekacauan di area antrean. Situasi baru mereda setelah petugas melakukan pengamanan.
Tak Ada Korban, Polisi Panggil Penyelenggara
Darwin memastikan tidak ada korban jiwa maupun pihak yang diamankan dalam peristiwa tersebut. Pengamanan dilakukan hingga pukul 23.00 WIB.
"Peristiwanya nggak menimbulkan korban jiwa, sudah klir, nggak ada masalah," terangnya.
Kendati demikian, kepolisian tetap berencana memanggil pihak penyelenggara untuk mengklarifikasi penyebab kericuhan. Pemanggilan dijadwalkan berlangsung pekan depan di Polsek Semarang Barat.
"Rencananya kita masih diskusikan dulu di Polsek minggu depan, kita mau panggil dari penyelenggara seperti apa persiapannya. Karena kan nggak ada pihak yang dirugikan," ucap Darwin.
Insiden ini menambah catatan evaluasi bagi penyelenggara konser di ruang terbuka, khususnya terkait manajemen antrean dan alur keluar-masuk penonton. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara acara.