LIPUTANHARIAN.CO.ID — Desa Wisata Simarasok di Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat resmi menembus babak 15 besar Wonderful Indonesia Award (WIA) 2026. Penguatan keaslian alam menjadi fokus utama menjelang visitasi penjurian yang akan segera digelar oleh tim juri nasional.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Lila Yanwar, menyatakan bahwa strategi penguatan dilakukan dengan mempertahankan kondisi alam asli tanpa banyak perubahan lingkungan. Potensi seperti sungai, tebing, persawahan, hingga rumah gadang dikembangkan secara organik untuk menjaga karakter lokal nagari.
Atraksi Alam dan Budaya Khas
Paket wisata di Simarasok menawarkan pengalaman menyeluruh mulai dari aktivitas berperahu di aliran sungai hingga panjat tebing pada formasi batuan alami. Pengunjung juga dapat menikmati keindahan air terjun serta menginap di homestay tradisional yang dikelola langsung oleh warga setempat.
Lila menekankan bahwa keberhasilan ini membuktikan potensi wisata berbasis nagari tidak hanya bergantung pada destinasi populer seperti Pagaruyung atau Jam Gadang. Simarasok hadir sebagai bukti nyata keberadaan hidden gem yang layak diperhitungkan dalam peta pariwisata nasional.
Model Pengembangan Kolaboratif
Kekuatan utama desa ini terletak pada keterlibatan aktif masyarakat yang didukung pemerintah nagari, pemangku adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut mengemas berbagai sumber daya lokal menjadi satu kesatuan program ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Muhammad Lutfi, menegaskan bahwa upaya ini bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan wujud kebanggaan atas potensi daerah. Ia berkomitmen merangkai atraksi wisata dengan unsur adat budaya dan religi yang melekat kuat di kehidupan masyarakat Baso.
Dampak Ekonomi bagi Warga Lokal
Pengembangan desa wisata dinilai efektif membuka peluang pendapatan bagi generasi muda agar tidak perlu merantau jauh. Aktivitas kuliner, kerajinan tangan, seni tari, dan jasa pemandu wisata menjadi sektor penggerak ekonomi yang tumbuh dari inisiatif warga sendiri.
Konsep creative hub di tingkat nagari ini sejalan dengan dorongan pemerintah provinsi untuk menjadikan destinasi wisata sebagai pusat pertumbuhan ekonomi lokal. Integrasi antara akomodasi, produk lokal, dan aktivitas masyarakat menciptakan ekosistem pariwisata yang mandiri.
Tips Berkunjung dan Informasi Praktis
Bagi traveler yang ingin merasakan suasana pedesaan Minangkabau yang autentik, Simarasok menawarkan ketenangan jauh dari hiruk-pikuk kota. Waktu terbaik berkunjung adalah saat musim panen padi untuk menikmati panorama persawahan hijau yang memanjakan mata.
Masyarakat setempat sangat terbuka terhadap interaksi budaya, namun pengunjung diharapkan tetap menghormati norma dan nilai religius yang berlaku. Untuk informasi terkini mengenai jadwal visitasi WIA 2026 dan aksesibilitas rute, calon wisatawan disarankan menghubungi Dinas Pariwisata Kabupaten Agam.