LIPUTANHARIAN.CO.ID — Tim yang dipimpin Dr. Sumaryadi, MM ini meninjau berbagai sudut stasiun, mulai dari area kedatangan hingga fasilitas penunjang. Mereka didampingi langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, beserta jajaran manajemen stasiun.
Fasilitas Lengkap untuk Semua Kebutuhan
Penilaian difokuskan pada aspek layanan yang menyentuh kebutuhan dasar wisatawan. Tim IMTI menyoroti beberapa poin utama yang dinilai sudah berjalan baik di Stasiun Padang:
- Ketersediaan musala dan masjid yang layak dan mudah diakses.
- Toilet terpisah antara laki-laki dan perempuan dengan standar kebersihan terjaga.
- Fasilitas khusus penyandang disabilitas yang ramah dan memudahkan mobilitas.
- Layanan digitalisasi untuk mempermudah akses informasi dan pembelian tiket.
“Pelayanan disabilitas di Stasiun Padang sangat ramah dan memudahkan pengguna. Selain itu, fasilitas untuk mendukung pariwisata ramah muslim juga telah disiapkan dengan baik,” ujar Sumaryadi dalam keterangannya. Apresiasi ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan wisata halal di Sumatera Barat.
Peran Strategis Stasiun dalam Ekosistem Wisata Halal
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, dr. Lila Yanwar, menekankan bahwa transportasi adalah elemen krusial dalam rantai perjalanan wisatawan. Menurutnya, pariwisata ramah muslim tidak hanya soal destinasi, tetapi juga bagaimana wisatawan mendapatkan kemudahan dan kenyamanan selama perjalanan.
“Sinergi antara pemerintah daerah, KAI, dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk memperkuat ekosistem pariwisata Sumatera Barat yang berkualitas, inklusif, dan ramah bagi wisatawan muslim,” tambah Lila. Kehadiran Kepala BPJPH Sumatera Barat dan Deputy Direktur BEKS Bank Indonesia dalam kunjungan tersebut menegaskan kolaborasi lintas sektor ini.
Komitmen KAI untuk Pelayanan Inklusif
KAI Divre II Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Lutfi Wijaya menyebut kunjungan tim IMTI sebagai momentum evaluasi yang berharga. Pihaknya berharap Stasiun Padang dapat menjadi ruang publik yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang berkesan bagi setiap pengunjung.
“Stasiun sebagai salah satu pintu masuk dan keluar wisatawan memiliki peran strategis. Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mendukung Sumatera Barat sebagai destinasi wisata ramah muslim unggulan di Indonesia,” kata Lutfi. Dengan penilaian ini, diharapkan kualitas layanan transportasi publik di Sumatera Barat terus meningkat seiring dengan pertumbuhan sektor pariwisata daerah.