Pencarian

BI Sulsel Catat 1,48 Juta Pengguna QRIS di Sulawesi Selatan, Tembus Pasar Hingga Destinasi Wisata

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 15:52:31 WIB
BI Sulsel Catat 1,48 Juta Pengguna QRIS di Sulawesi Selatan, Tembus Pasar Hingga Destinasi Wisata
Pedagang di Sulawesi Selatan menunjukkan kode QRIS kepada pembeli di pasar tradisional.

MAKASSAR — Ekosistem pembayaran digital di Sulawesi Selatan menunjukkan akselerasi signifikan. Data terbaru BI Sulsel mengungkapkan bahwa hingga semester pertama 2026, sebanyak 1,48 juta warga telah mengaktifkan QRIS sebagai alat transaksi harian mereka.

Jumlah tersebut berbanding lurus dengan pertumbuhan jumlah pedagang yang menerima pembayaran non-tunai. Tercatat sekitar 1,46 juta merchant di provinsi ini telah terhubung dengan sistem QRIS, mencakup pelaku usaha besar hingga warung kopi di pelosok.

Merchant QRIS Tak Lagi Didominasi Usaha Besar

Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rezki Ernadi Wimanda, menyebut perluasan ini bukan sekadar soal teknologi. Menurutnya, tingginya angka adopsi mencerminkan pergeseran perilaku masyarakat dan pelaku usaha dalam bertransaksi.

"Ketika kita berbicara mengenai tujuh tahun QRIS, yang kita rayakan bukan hanya perjalanan sebuah sistem pembayaran. Yang kita rayakan adalah perjalanan jutaan masyarakat dan pelaku usaha Indonesia dalam beradaptasi, bertumbuh, dan mengambil bagian dalam transformasi digital," ujar Rezki dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.

Ia menambahkan, keberhasilan QRIS pada akhirnya ditentukan oleh sejauh mana teknologi tersebut dapat digunakan dan memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Kini, pemindaian kode QR telah menjadi pemandangan umum di pasar rakyat, pusat perbelanjaan, transportasi umum, hingga gerbang masuk destinasi wisata.

Perjalanan Tujuh Tahun: Dari Kode Statis hingga Tanpa Pindai

Sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2019, fitur QRIS telah berevolusi jauh dari sekadar alat pembayaran. BI Sulsel menggambarkan transformasi ini melalui konsep "Seven Colors, Seven Journey, One QRIS" yang diperkenalkan dalam ajang Sultan QRIS Run 2026.

Kegiatan yang digelar bersama OJK Sulselbar, LPS III Makassar, dan BMPD Sulawesi Selatan pada Sabtu (22/8/2026) itu tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga edukasi publik. Sebanyak tujuh QRIS Station disiapkan di sepanjang rute lari 10 kilometer untuk memperkenalkan setiap tahapan evolusi sistem pembayaran tersebut.

Adapun tujuh journey yang dimaksud meliputi Merchant Presented Mode (MPM) Statis, MPM Dinamis, Customer Presented Mode (CPM), QRIS Tanpa Tatap Muka (TTM), QRIS Transfer, Tarik Tunai dan Setor Tunai (TUNTAS), QRIS Antarnegara atau cross-border, serta QRIS Tanpa Pindai atau QRIS TAP.

Fitur Baru dan Dorongan Ekonomi Inklusif

Perkembangan fitur ini membuat penggunaan QRIS semakin fleksibel. Bagi pedagang, sistem ini memungkinkan penerimaan pembayaran digital dengan satu standar kode, tanpa perlu menyediakan berbagai aplikasi berbeda untuk tiap bank atau e-wallet.

Sementara bagi konsumen, kehadiran ragam fitur baru memberikan opsi transaksi yang lebih praktis. Perluasan ini dinilai ikut mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi digital yang lebih efisien dan inklusif di daerah.

"Keberhasilan QRIS bukan semata-mata mengenai teknologi. Keberhasilan QRIS terjadi karena teknologi tersebut dapat digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Rezki menegaskan.

Keamanan Data Jadi Prioritas Memasuki Tahun Kedelapan

Memasuki tahun kedelapan implementasi, Bank Indonesia berkomitmen terus memperluas akseptasi QRIS dengan fitur yang semakin beragam. Namun, perluasan ini akan diimbangi dengan penguatan keamanan transaksi dan peningkatan literasi masyarakat.

BI mengingatkan pengguna untuk senantiasa menjaga kerahasiaan data pribadi, PIN, OTP, serta informasi penting lainnya ketika menggunakan layanan pembayaran digital. Hal ini penting untuk meminimalisir risiko penyalahgunaan data di tengah meningkatnya aktivitas transaksi elektronik.

Secara nasional, QRIS per 30 Juni 2026 telah menjangkau sekitar 63,3 juta pengguna dan 46 juta merchant, yang sebagian besar merupakan UMKM. Sejak implementasinya, sistem ini telah memfasilitasi sekitar 37 miliar transaksi di seluruh Indonesia.

Sumber: sulselsatu.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks