Pencarian

The Blood of Dawnwalker: 30 Hari untuk Menyelamatkan Keluarga Coen

Kamis, 03 September 2026 • 20:01:31 WIB
The Blood of Dawnwalker: 30 Hari untuk Menyelamatkan Keluarga Coen
Coen, tokoh utama The Blood of Dawnwalker, dihadapkan pada tenggat 30 hari untuk menyelamatkan keluarganya dari cengkeraman Brencis, Vampire Lord.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Rebel Wolves, studio yang dipimpin mantan pengembang The Witcher dari CDPR, Konrad Tomaszkiewicz, menghadirkan RPG yang mencoba keluar dari kebiasaan open-world yang serba longgar. The Blood of Dawnwalker menempatkan Coen sebagai pemuda di desa kecil yang dikuasai Brencis, seorang Vampire Lord. Perlindungan yang diberikannya punya harga, dan itu menjadi awal konflik yang memaksa Coen berubah menjadi Dawnwalker—manusia di siang hari, vampir di malam hari.

30 Hari untuk Memburu Brencis

Brencis memberi tenggat 30 hari dalam game bagi Coen untuk menyelamatkan keluarganya. Tidak seperti RPG lain yang membiarkan pemain bebas menjelajah tanpa tekanan, The Blood of Dawnwalker menjadikan waktu sebagai sumber daya paling berharga. Pemain harus memaksimalkan setiap hari yang tersisa agar cukup kuat menghadapi Brencis, sambil tetap mengejar misi utama.

Setiap Aksi Memakan Waktu

Satu hari dihitung dengan 16 bar waktu, terbagi rata untuk siang dan malam. Aktivitas apa pun—mengambil quest, berkelana, atau sekadar istirahat—menghabiskan sebagian dari bar ini. Di prologue, Coen diminta mengambil obat dan pulang, tetapi pemain diberi opsi langsung kembali atau menyempatkan diri mengerjakan hal lain. Keputusan kecil semacam ini terus berulang, mempertegas bahwa setiap pilihan adalah pengorbanan.

Side Quest yang Berbuntut Dampak Nyata

Meski skala peta terbilang kecil, The Blood of Dawnwalker memanfaatkannya dengan baik. Membantu NPC lewat side quest memberi konsekuensi yang terasa, dari perubahan kecil di lingkungan hingga membuka jalur cerita yang sebelumnya tertutup. Karena waktu terbatas, pemain tidak bisa menuntaskan semua aktivitas dalam satu kali main. Setelah tamat, permainan bisa diulang dengan pendekatan berbeda untuk melihat dampak lain.

Dua Mode Pertarungan yang Tergantung Waktu

Gameplay juga memisahkan kekuatan Coen berdasarkan waktu. Di siang hari, ia mengandalkan pedang dan sihir. Saat malam tiba, kekuatan vampir aktif dan siap digunakan untuk bertarung. Perlengkapan Coen pun bisa disetel terpisah untuk siang dan malam, meski pemain tetap bisa memakai gear yang sama jika ingin praktis.

Sistem pertarungannya sederhana namun menuntut presisi: serangan, hindaran, block, dan parry mengandalkan arah—kiri, kanan, atas, bawah, atau diagonal. Timing parry yang tepat menjadi kunci, terutama saat kondisi Coen mulai terdesak.

Dengan latar abad ke-14 yang penuh unsur vampir, The Blood of Dawnwalker justru tampil menonjol lewat mekanik deadline yang menekan pemain. Batasan waktu bukan sekadar gimmick; ia mengubah cara eksplorasi, pengambilan keputusan, dan persiapan karakter secara menyeluruh.

Sumber: gamebrott.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks