Pencarian

BRI Salurkan Kredit Rp1.646 Triliun, Tumbuh 16,2% di Atas Rata-rata Industri

Kamis, 03 September 2026 • 12:17:01 WIB
BRI Salurkan Kredit Rp1.646 Triliun, Tumbuh 16,2% di Atas Rata-rata Industri
Direktur Utama BRI Hery Gunardi memaparkan kinerja keuangan perseroan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (31/8).

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Jakarta — Pertumbuhan kredit yang tidak biasa ini berbanding terbalik dengan tren perlambatan yang melanda sejumlah bank besar di Asia Tenggara. BRI justru mencatat akselerasi signifikan, naik dari Rp1.417 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Artinya, dalam satu tahun terakhir, bank pelat merah ini mengucurkan tambahan pembiayaan senilai Rp229 triliun ke sektor produktif.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan, capaian tersebut bukan kebetulan. "Berbagai agenda transformasi BRI bukan hanya rencana strategis ke depan, melainkan juga sudah kami eksekusi dan menunjukkan hasil yang positif terhadap kinerja BRI. Bisnis tumbuh semakin kuat, intermediasi meningkat, rasio kredit bermasalah menurun dan pada saat yang sama pertumbuhan tersebut mampu kami konversikan menjadi peningkatan profitabilitas," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (31/8).

Hasil Transformasi yang Sudah Berjalan

Apa yang ditegaskan Hery dapat diukur dari laporan keuangan perseroan. Transformasi yang dijalankan Tangan besi BRI sejak awal tahun mulai membuahkan hasil nyata, bukan sekadar rencana strategis di atas kertas. Pertumbuhan kredit double digit tersebut berhasil menopang lonjakan aset perseroan hingga mencapai Rp2.352 triliun per akhir Juni 2026, tumbuh 11,7% secara tahunan.

Kinerja impresif ini dicapai di tengah ketatnya persaingan penghimpunan dana murah dari bank-bank digital. BRI menjawab tantangan itu dengan memperbaiki struktur pendanaan. Rasio dana murah (current account and savings account/CASA) meningkat dari 65,5% menjadi 67,6%, menandakan biaya dana perseroan semakin efisien.

Aset dan Dana Pihak Ketiga Ikut Menguat

Meski agresif mengucurkan kredit, BRI tidak mengorbankan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) justru membaik ke level 2,9% pada kuartal II 2026, turun dibandingkan posisi 3% pada kuartal sebelumnya. Perbaikan serupa juga terjadi pada rasio biaya kredit (cost of credit) yang turun sekitar 30 basis poin menjadi 3,1%.

"Growth is back, strong. Kualitas pertumbuhan dari sisi risiko tetap kami jaga dan kami optimistis ke depan," tegas Hery.

Pernyataan optimistis tersebut lahir dari membaiknya kualitas kredit yang disalurkan BRI. Artinya, ekspansi pembiayaan yang dilakukan tidak hanya besar secara volume, tetapi juga sehat secara fundamental.

Ekspansi Diiringi Pengendalian Risiko

Ke depan, BRI melihat masih ada ruang untuk mempertahankan momentum pertumbuhan. Perseroan berencana melanjutkan transformasi bisnis dengan tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik. Strategi ini diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, dan keberlanjutan jangka panjang.

Bagi pasar, sinyal ini penting: BRI tidak terjebak dalam permainan pertumbuhan jangka pendek yang berisiko. Bank dengan aset terbesar kedua di Indonesia ini justru menunjukkan disiplin dalam menjaga kualitas portofolio di tengah tekanan ekonomi global. Langkah strategis ini sekaligus memperkuat posisi BRI sebagai penopang utama pembiayaan ekonomi kerakyatan dan UMKM di Indonesia.

Sumber: katadata.co.id

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks