Pencarian

Video Commerce Tembus 2,6 Miliar Transaksi, Airlangga Dorong Omnichannel Jadi Mesin Baru Ekonomi Digital

Jumat, 28 Agustus 2026 • 08:34:31 WIB
Video Commerce Tembus 2,6 Miliar Transaksi, Airlangga Dorong Omnichannel Jadi Mesin Baru Ekonomi Digital
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan paparan dalam acara Kick Off Road to Harbolnas 2026 di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8).

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Lonjakan transaksi tersebut diumumkan Airlangga dalam acara Kick Off Road to Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8). Ia memaparkan, jumlah penjual online yang mencapai 800 ribu orang kini makin aktif memanfaatkan fitur siaran langsung untuk berjualan.

"Kalau kita lihat jumlah penjual online sekitar 800 ribu, namun dalam video commerce ini transaksinya sudah naik hampir 90 persen yaitu 2,6 miliar transaksi," ujar Airlangga dalam sambutannya.

Omnichannel dan Peran 180 Juta Pengguna Medsos

Pertumbuhan ini tidak lepas dari penetrasi media sosial yang masif. Airlangga mencatat jumlah pengguna media sosial di Indonesia telah menembus lebih dari 180 juta orang, dengan laju pertumbuhan sekitar 26 persen per tahun.

Dengan basis pengguna sebesar itu, pola belanja masyarakat bergeser ke model omnichannel. Meski jualan live naik signifikan, porsi penjualan offline masih mendominasi, menyumbang sekitar dua pertiga dari total nilai perdagangan, sementara e-commerce baru sepertiganya.

"Jadi kalau sekarang trennya tetap baik, terjadi dual channel. Video commerce itu berjalan dan trennya naik ke 800 ribu itu naik hampir 75 persen dan number of transaction-nya sekitar 2,6 miliar. Ini tren positif di Indonesia," jelasnya.

Dorong UMKM Tembus Pasar ASEAN via QRIS

Pemerintah tidak hanya berfokus pada pasar domestik. Airlangga menyebut nilai ekonomi digital Indonesia telah mencapai sekitar US$100 miliar atau setara Rp1.775,30 triliun (kurs Rp17.748 per dolar AS) pada 2025. Angka ini ditargetkan melesat hingga US$600 miliar seiring implementasi Digital Economic Framework Agreement (DEFA) di kawasan ASEAN.

Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah perluasan sistem pembayaran QRIS untuk transaksi lintas negara. Airlangga menyebut skema ini menjadi low hanging fruit yang bisa segera dieksekusi, meski saat ini baru diadopsi lima negara ASEAN.

"Jadi dengan ditandatanganinya DEFA, salah satu low hanging fruit adalah payment system. Kita sudah punya QRIS yang diharapkan bisa digunakan di seluruh negara ASEAN," kata Airlangga. Bagi pedagang, skema ini dinilai mampu menekan biaya transaksi karena tidak ada merchant discount.

Harbolnas 2026: Target Rp40 Triliun dan Perluasan Sektor

Pemerintah juga menyiapkan Harbolnas 2026 sebagai katalisator belanja masyarakat pada kuartal IV. Menteri Perdagangan Budi Santoso melaporkan, realisasi transaksi Harbolnas 2025 mencapai Rp36,4 triliun, tumbuh 17 persen dari Rp31,2 triliun pada 2024. Dari jumlah tersebut, kontribusi produk lokal mencapai Rp16,6 triliun atau 45 persen dari total nilai transaksi.

Tiga kategori produk lokal paling diminati konsumen adalah fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan, serta makanan dan minuman. Untuk edisi tahun depan, pemerintah menargetkan nilai transaksi naik 5-10 persen, mendekati Rp40 triliun.

Harbolnas 2026 dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari pada 10-16 Desember 2026. Cakupan acara diperluas tidak hanya barang fisik, tetapi juga jasa, akomodasi, tiket transportasi, online travel agent, ride-hailing, hingga social commerce.

Perluasan ini merupakan implementasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. Airlangga menegaskan target transaksi Harbolnas penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2026 menuju 6 persen, sekaligus menjadi pijakan pertumbuhan 6 persen pada 2027.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks