SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menguji model baru penyelenggaraan event daerah yang lebih mandiri. Festival Merah Putih Kaltim yang baru pertama kali digelar di Convention Hall Sempaja, Samarinda, Sabtu (22/8/2026), dijadikan ajang uji coba untuk mengurangi ketergantungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Festival yang berlangsung hingga Minggu (23/8/2026) ini diisi beragam kegiatan, mulai dari Fun Walk, senam bersama, perlombaan, aktivitas anak, hingga bazar yang melibatkan puluhan pelaku usaha lokal. Pembukaan festival berlangsung meriah sejak pagi dengan ratusan warga yang memadati kawasan Sempaja.
Target Pemprov: Pemerintah Cukup Jadi Fasilitator
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menegaskan bahwa festival ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Ke depan, penyelenggaraannya secara bertahap akan didorong melibatkan pihak ketiga dan event organizer (EO) profesional.
"Mudah-mudahan nanti ke depan festival seperti ini tidak bergantung kepada APBD. Pemerintah provinsi menjadi fasilitator saja. Kita mungkin bisa menyiapkan tempat, tetapi penyelenggaraannya ke depan kita dorong untuk pihak ketiga," jelas Sri Wahyuni.
Model ini dinilai penting untuk memperluas skala kegiatan dan menarik dukungan dunia usaha. Dengan begitu, beban pembiayaan tidak lagi bertumpu sepenuhnya pada anggaran pemerintah daerah.
19 UMKM Dapat Fasilitas Tenant Gratis
Di sisi lain, festival ini menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal. Sebanyak 51 tenant memeriahkan area bazar, dan 19 di antaranya merupakan pelaku UMKM yang mendapatkan fasilitas gratis.
Plt Kepala BPOD Setda Provinsi Kaltim Imanuddin melaporkan, selain UMKM, bazar juga diisi tenant perangkat daerah, Dekranasda, PKK, Kadin, pelayanan publik, dan sektor kesehatan. Fasilitas gratis tersebut diharapkan membuka akses lebih luas bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya ke masyarakat.
Bukan Sekadar Hiburan, Ada Ruang untuk Anak
Festival ini tidak hanya menyuguhkan hiburan. Ada aktivitas pushbike yang disediakan khusus untuk anak-anak. Sri Wahyuni menilai kegiatan tersebut dapat melatih kemampuan motorik dan kinetik anak sekaligus mengurangi ketergantungan pada gawai.
"Saya selalu mendorong setiap festival ada aktivitas untuk anak-anak kita. Ini menjadi kegiatan yang baik sekali untuk melatih motorik dan kinetik anak-anak kita. Jadi nanti tidak bergantung dengan gadget," ungkapnya.
Selain itu, festival disebut sebagai ruang silaturahmi sekaligus arena mengasah kemampuan dan kompetisi bagi masyarakat serta pelajar.
Raim Laode Meriahkan Puncak Acara
Rangkaian Festival Merah Putih Kaltim masih berlanjut hingga Minggu (23/8/2026). Puncak acara dijadwalkan dimeriahkan penampilan penyanyi sekaligus komika nasional Raim Laode di kawasan Convention Hall Sempaja.
Tantangan berikutnya adalah memastikan festival perdana ini berkelanjutan. Pemprov Kaltim menargetkan event ini ke depan dapat tumbuh dengan dukungan lebih luas, tidak hanya mengandalkan APBD, sekaligus menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar bagi UMKM lokal.