Pencarian

Proyeksi Investasi PLTS 100 GW Capai Rp1.440 Triliun, Ciptakan 1,7 Juta Lapangan Kerja

Rabu, 02 September 2026 • 11:20:01 WIB
Proyeksi Investasi PLTS 100 GW Capai Rp1.440 Triliun, Ciptakan 1,7 Juta Lapangan Kerja
METI memproyeksikan investasi pembangunan PLTS 100 GWp mencapai Rp960 triliun hingga Rp1.440 triliun.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) memproyeksikan pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp akan menghasilkan nilai investasi signifikan bagi perekonomian nasional. Angka tersebut belum termasuk kebutuhan pendanaan untuk ekosistem pendukung seperti baterai penyimpanan energi dan penguatan jaringan transmisi.

Rincian Nilai Investasi Program PLTS 100 GW

Ketua Umum METI Norman Ginting menyampaikan estimasi nilai investasi program tersebut berada di kisaran Rp960 triliun hingga Rp1.440 triliun. Rentang ini dihitung dari seluruh tahapan pembangunan hingga operasional pembangkit.

"METI menyusun estimasi, besaran sehingga kita estimasi secara total investasi yang dihasilkan berkisar Rp960 triliun sampai Rp1.440 triliun," kata Norman dalam acara Indonesia EBTKE Conference and Exhibition di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/9).

Potensi Serapan Tenaga Kerja Hingga 1,7 Juta Orang

Selain nilai investasi, METI mencatat potensi penciptaan lapangan pekerjaan dari program PLTS 100 GWp mencapai 1,7 juta orang. Norman menegaskan program ini tidak hanya dikejar dari sisi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari dimensi ketenagakerjaan.

"Jadi dari forum ini, kita targetkan bukan hanya sekadar pertumbuhan ekonomi semata tapi bisa mengejar bagian penciptaan lapangan pekerjaan lebih dari 1,7 juta lapangan pekerjaan," ujar Norman.

Jumlah tersebut mencakup tenaga kerja di sektor manufaktur komponen surya, konstruksi, operasional dan pemeliharaan pembangkit, hingga rantai pasok logistik.

Peta Jalan Eksekusi Menjadi Kunci Realisasi

METI akan mendorong penyusunan peta jalan eksekusi agar target PLTS 100 GWp tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan. Peta jalan itu akan mencakup sejumlah aspek teknis dan regulasi yang selama ini menjadi hambatan utama pengembangan pembangkit surya di Indonesia.

Beberapa poin yang akan dirinci dalam peta jalan tersebut meliputi tahapan proyek per wilayah, lokasi prioritas berdasarkan potensi penyinaran, kesiapan jaringan transmisi, hingga kebutuhan sistem penyimpanan energi. METI juga menyoroti pembagian peran antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam proses perizinan dan pengembangan proyek.

Transisi Energi Harus Hadir dalam Bentuk Konkret

Norman mengingatkan bahwa transisi energi tidak boleh hanya menjadi wacana di tingkat kebijakan. Keberhasilan program PLTS 100 GWp harus terukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat dan industri.

"Transisi energi tidak boleh berhenti sebagai target di atas kertas, harus hadir sebagai listrik handal, industri yang tumbuh, impor energi yang turun, pekerjaan yang tercipta, dan hidup rakyat yang semakin baik," tutur Norman.

Program PLTS 100 GWp merupakan bagian dari target bauran energi terbarukan nasional. Dengan kapasitas sebesar itu, pembangkit surya diperkirakan menjadi kontributor utama dalam penurunan emisi karbon dan pengurangan ketergantungan pada pembangkit fosil.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks