Pencarian

Danantara Siap Caplok 7 Proyek PLTS Jika Tender Sepi, Ini Daftar Kapasitasnya

Rabu, 26 Agustus 2026 • 08:19:01 WIB
Danantara Siap Caplok 7 Proyek PLTS Jika Tender Sepi, Ini Daftar Kapasitasnya
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan tujuh proyek PLTS siap ditenderkan kepada swasta sebagai bagian dari program pembangunan 100 GWp.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan tujuh proyek PLTS sudah masuk pipeline dan siap ditenderkan kepada perusahaan listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP). Langkah ini merupakan bagian dari program ambisius pembangunan PLTS berkapasitas 100 Giga Watt-peak (GWp) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

"Tim yang akan melakukan tender nantinya sesuai dengan arah Pak Presiden kami laporkan bahwa ini yang pertama adalah kita dorong IPP," kata Bahlil dalam peluncuran Program PLTS 100 GWp yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (25/8).

Skema Cadangan: Harga Tidak Kompetitif, Danantara Turun Tangan

Bahlil menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan proyek energi surya ini mandek. Jika proses lelang gagal menarik minat swasta—baik karena penawaran harga tidak kompetitif maupun minim peminat—maka negara akan mengambil alih pengerjaan proyek tersebut.

"Kalau harganya kompetitif kita kasih IPP. Kalau tidak kompetitif dan tidak ada yang mau, maka kita akan ambil alih untuk dikerjakan oleh pemerintah lewat Danantara dengan pembiayaan yang sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden yang efisien, efektif dan terjangkau," jelas Bahlil.

Keputusan ini memberi kepastian bagi rantai pasok industri surya dalam negeri. Pelaku usaha manufaktur modul, inverter, hingga jasa konstruksi bisa menghitung potensi volume pesanan dalam jangka panjang, baik dari skema investasi swasta maupun belanja modal pemerintah.

Daftar 7 PLTS yang Masuk Tahap Tender

Ketujuh proyek yang siap dilelang tersebut tersebar di Jawa dan Bali dengan variasi kapasitas yang signifikan. Berikut rinciannya:

  • PLTS Purwakarta (lahan Bank Tanah) — 69 MWp
  • PLTS Terapung Jatiluhur — 1.688 MWp
  • PLTS Terapung Cirata — 1.250 MWp
  • PLTS Terapung Jatigede — 636 MWp
  • PLTS Madura — 605 MWp
  • PLTS Gilimanuk — 300 MWp
  • PLTS Buleleng — 118 MWp

Dari daftar tersebut, proyek PLTS Terapung Jatiluhur menjadi yang paling masif dengan kapasitas 1.688 MWp, melampaui PLTS Terapung Cirata yang selama ini dikenal sebagai salah satu terbesar di Asia Tenggara. Kehadiran proyek terapung di tiga waduk besar—Jatiluhur, Cirata, dan Jatigede—menunjukkan pemerintah mulai serius memanfaatkan badan air untuk mengejar bauran energi hijau tanpa mengorbankan lahan darat.

Target Awal: 14 Proyek, 5,3 GWp Langsung Groundbreaking Pada hari yang sama, pemerintah resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk 14 proyek PLTS di enam provinsi. Lokasinya mencakup Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau dengan total kapasitas mencapai 5,3 GWp.

Sejumlah proyek yang masuk tahap konstruksi awal itu antara lain PLTS Gilimanuk berkapasitas 300 MWp, PLTS Terapung Gajah Mungkur sebesar 134 MWp, PLTS Desa Sembur 0,92 MWp, dan PLTS Pulau Rengit 0,078 MWp.

"Dan untuk di hari yang kita laksanakan ini adalah kita groundbreaking 5,3 gigawatt dan untuk di Bali adalah 1.000 megawatt plus baterai," ungkap Bahlil.

Pemasangan baterai berkapasitas besar di Gilimanuk menjadi sinyal penting bagi pengembang. Ini menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar penambahan kapasitas pembangkit, tetapi juga investasi di sektor penyimpanan energi (energy storage) untuk menjaga stabilitas grid ketika suplai surya melimpah di siang hari.

Program 100 GWp yang digeber dalam tiga tahun ke depan ini akan menjadi ujian bagi ekosistem pembiayaan proyek energi terbarukan di Indonesia. Dengan skema ganda—swasta dan Danantara—pemerintah berupaya memastikan target transisi energi tetap berjalan meski di tengah ketatnya persaingan suku bunga global.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks