Pencarian

Harga Emas Ditutup Naik 0,74% ke US$4.348,84, Tertekan Prospek Kenaikan Suku Bunga Fed

Senin, 14 September 2026 • 08:02:01 WIB
Harga Emas Ditutup Naik 0,74% ke US$4.348,84, Tertekan Prospek Kenaikan Suku Bunga Fed
Harga emas ditutup naik 0,74% ke US$4.348,84 per ons.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Penguatan emas akhir pekan lalu dipicu aksi bargain hunting setelah harga merosot pada Kamis. Kontrak berjangka AS pengiriman Desember 2026 ditutup naik tipis 0,04% ke US$4.408,9 per ons. Pergerakan tipis ini mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar menjelang pertemuan The Fed.

Data CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga acuan 25 basis poin pekan ini melonjak ke sekitar 86%. Angka itu naik dari kisaran 70% sebelum rilis data inflasi AS. Ekspektasi ini menahan laju penguatan emas.

Inflasi AS Bertahan 3,4%, IHK Inti Melebihi Perkiraan

Inflasi Amerika Serikat bertahan di level 3,4% secara tahunan pada Agustus 2026, sesuai konsensus pasar. Namun, Indeks Harga Konsumen (IHK) bulanan naik 0,4%—kenaikan terbesar dalam tiga bulan terakhir.

IHK inti meningkat 0,3% secara bulanan, melampaui perkiraan 0,2% dan menjadi kenaikan terbesar sejak April. Meski demikian, tingkat tahunannya melandai ke 2,4%, level terendah sejak Maret 2021.

Harga produsen AS juga naik pada Agustus akibat konflik Iran yang mendorong kenaikan biaya energi grosir. Data pasar tenaga kerja pekan sebelumnya menunjukkan ketahanan lapangan kerja berlanjut. Kedua faktor ini memperkuat argumen The Fed untuk menaikkan suku bunga.

Ketegangan Selat Hormuz Tambah Tekanan ke Pasar Energi

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan pada Minggu bahwa sebuah proyektil menghantam kapal yang melintasi Selat Hormuz. Tingkat kerusakan dan kondisi awak belum diketahui pasti.

Insiden ini terjadi sehari setelah Arab Saudi menutup jalur pipa vital Timur-Barat akibat serangan drone dari Irak. Selat Hormuz sendiri sebagian besar telah tertutup akibat perang selama enam bulan. Jalur ekspor alternatif pun semakin krusial bagi produsen Teluk.

Harga minyak mentah Brent kembali melonjak di atas US$100 per barel pekan lalu. Kenaikan ini berpotensi memperkuat dolar AS sebagai aset safe haven, yang secara historis menekan harga emas.

Proyeksi Analis: Emas Berpotensi Turun ke US$4.244

Vibiz Research Center memperkirakan harga emas bergerak turun pada perdagangan selanjutnya. Sentimen bearish datang dari meningkatnya probabilitas kenaikan suku bunga Fed, ketegangan baru di Selat Hormuz, dan penguatan dolar AS.

Untuk harga emas spot, level support diperkirakan berada di kisaran US$4.297–4.244. Jika naik, emas akan bergerak dalam kisaran resistance US$4.402–4.454.

Sementara untuk harga emas berjangka AS, support berada di kisaran US$4.346–4.284, dengan resistance di US$4.458–4.508.

Investor emas perlu mencermati hasil pertemuan The Fed pekan ini. Keputusan suku bunga dan pernyataan pejabat Fed akan menjadi katalis utama penentu arah harga emas jangka pendek. Investasi mengandung risiko.

Sumber: vibiznews.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks