LIPUTANHARIAN.CO.ID — Sebaran debu vulkanis dari erupsi Gunung Anak Krakatau pada Jumat (4/9) malam dilaporkan menjangkau area permukiman hingga wilayah Jakarta, Bekasi, dan Depok. Material letusan yang turun bersama udara tersebut menempel pada berbagai bidang terbuka, termasuk bodi mobil yang terparkir di luar ruangan.
Banyak pemilik kendaraan tergoda langsung mengelap bodi yang kotor agar kilau mobil kembali. Kebiasaan menyeka permukaan secara instan ini justru berisiko merusak lapisan cat dalam sekejap.
Karakter Tajam Partikel Abu Vulkanis
Abu dari letusan gunung api bukan sekadar debu jalanan biasa. Butiran material ini tersusun dari pecahan batu kecil, mineral, dan abu vulkanik berbahaya dengan diameter sekitar 2 milimeter atau setara 0,8 inci.
Teksturnya menyerupai pasir kasar dengan sisi-sisi yang sangat tajam. Bila mobil langsung diusap memakai kain saat lapisan debu masih menempel, butiran keras itu bekerja layaknya amplas yang menyeret partikel tajam dan memicu baret dalam pada permukaan bodi.
Kandungan pada material ini juga bersifat korosif. Pada manusia, paparan debu bisa memicu gangguan pernapasan, iritasi kulit, hingga kerusakan mata. Karakter korosif yang sama juga mengancam permukaan cat jika dibiarkan terlalu lama tanpa dicuci bersih.
Bilas Air Mengalir Tanpa Disentuh Kain
Langkah pertama membersihkan debu letusan adalah menyiram seluruh bodi mobil menggunakan air mengalir. Semprotkan air ke seluruh panel agar partikel debu vulkanis luntur dan hanyut bersama aliran air.
Selama proses penyiraman awal berlangsung, hindari menyentuh permukaan mobil dengan kain, spons, maupun tangan telanjang. Biarkan dorongan air merontokkan butiran pasir tajam secara mandiri dari celah-celah bodi.
Pastikan seluruh endapan kasar benar-benar sudah hanyut terbawa air sebelum melangkah ke tahap pencucian berikutnya.
Gunakan Sampo Mobil Ber-pH Rendah
Setelah bodi terbebas dari endapan pasir kasar, aplikasikan cairan pembersih ke seluruh panel bodi. Gunakan sampo khusus mobil dengan kadar keasaman (pH) rendah guna meminimalkan risiko kerusakan pada cat.
Gosok permukaan secara perlahan untuk mengangkat sisa minyak dan partikel mineral halus yang masih melekat. Setelah disabuni merata, bilas kembali bodi kendaraan menggunakan air bersih sampai tidak ada sisa busa tertinggal.
Tahap pengeringan dilakukan memakai lap bersih berserat lembut. Kain pengering yang halus mencegah timbulnya baret halus tambahan saat menyerap sisa air bilasan.
Gunakan Sarung Mobil di Area Rawan Erupsi
Bagi pemilik kendaraan yang bertempat tinggal di sekitar kawasan gunung api aktif, tutupi kendaraan menggunakan sarung mobil saat terparkir di area terbuka. Selubung pelindung ini efektif menghadang paparan langsung hujan abu vulkanis yang dapat turun sewaktu-waktu.