Pencarian

Harga Emas Antam Kembali Terkoreksi Rp 27 Ribu ke Rp 2,723 Juta per Gram, Cek Rinciannya

Kamis, 27 Agustus 2026 • 10:04:01 WIB
Harga Emas Antam Kembali Terkoreksi Rp 27 Ribu ke Rp 2,723 Juta per Gram, Cek Rinciannya
Harga emas Antam terkoreksi Rp 27.000 menjadi Rp 2.723.000 per gram pada hari ini.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Harga emas Antam melanjutkan tren penurunannya. Pada Rabu (26/8/2026), harga terkoreksi Rp 18.000 per gram. Hari ini, koreksi semakin dalam hingga Rp 27.000 per gram, membawa harga dasar ukuran 1 gram ke level Rp 2.723.000.

Penurunan ini diikuti harga buyback, acuan bagi nasabah yang menjual kembali emasnya. Hari ini, buyback dipatok Rp 2.583.000 per gram, turun Rp 27.000 dari posisi kemarin. Selisih antara harga jual dan beli kembali merupakan margin bisnis penjualan emas Antam.

Sebagai gambaran, harga emas Antam sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada 29 Januari 2026 lalu. Saat itu, harga berada di angka Rp 3.168.000 per gram dengan buyback Rp 2.989.000 per gram. Artinya, harga saat ini masih jauh di bawah level puncak tersebut.

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Untuk ukuran kecil, emas 0,5 gram dijual Rp 1.411.500. Sementara itu, ukuran 2 gram dibanderol Rp 5.386.000 dan 5 gram senilai Rp 13.390.000. Berikut rincian lengkapnya:

  • 1 gram: Rp 2.723.000
  • 2 gram: Rp 5.386.000
  • 3 gram: Rp 8.054.000
  • 5 gram: Rp 13.390.000
  • 10 gram: Rp 26.725.000
  • 25 gram: Rp 66.687.000
  • 50 gram: Rp 133.295.000
  • 100 gram: Rp 266.512.000

Untuk ukuran besar seperti 250 gram, 500 gram, dan 1.000 gram, Antam hanya melayani pemesanan terlebih dahulu (pre-order). Harganya masing-masing Rp 666.015.000, Rp 1.331.820.000, dan Rp 2.663.600.000. Perlu dicatat, harga ini fluktuatif dan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar.

Data Inflasi AS dan Spekulasi Suku Bunga Tekan Harga Emas

Pelemahan harga emas hari ini tidak lepas dari tekanan di pasar global. Harga emas spot tercatat turun 1,4% ke level US$ 4.592,97 per troy ounce. Sementara itu, emas berjangka AS melemah 0,9% ke US$ 4.653,30 per troy ounce. Padahal, sehari sebelumnya harga sempat menyentuh level tertinggi sejak 14 Mei.

Pemicu utamanya adalah rilis data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Personal (PCE) Amerika Serikat. Angkanya naik 3,7% secara tahunan hingga Juli, sedikit di atas perkiraan ekonom yang disurvei Reuters yakni 3,6%. PCE merupakan indikator inflasi favorit The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga.

Data tersebut mendorong pelaku pasar meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan bulan depan. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga kini mencapai 38%, naik dari 36% sebelumnya. Kondisi ini membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik dibandingkan obligasi.

Penguatan dolar AS sebesar 0,3% turut menekan harga emas. Pasalnya, emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain ketika greenback menguat.

Potensi Emas Tembus US$ 5.000

Kendati tengah tertekan, sejumlah analis masih melihat ruang penguatan harga emas ke depan. Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, menilai pelemahan saat ini hanya aksi ambil untung setelah harga naik signifikan. Ia memperkirakan tren kenaikan emas mulai terbentuk kembali dan harga berpotensi menembus US$ 5.000 pada tahun ini.

Bahkan, Grant melihat kemungkinan emas mencetak rekor tertinggi baru pada kuartal II 2027. Pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh arah kebijakan moneter The Fed, di samping perkembangan geopolitik yang bisa mengerek permintaan aset safe haven seperti emas. Dengan dinamika ini, investor disarankan mencermati pergerakan pasar sebelum memutuskan membeli atau menjual emas batangan.

Sumber: liputan6.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks