Pencarian

Erupsi Gunung Anak Krakatau Landa 4 Kecamatan di Pandeglang, BNPB Pastikan Nihil Korban Jiwa

Minggu, 06 September 2026 • 15:00:31 WIB
Erupsi Gunung Anak Krakatau Landa 4 Kecamatan di Pandeglang, BNPB Pastikan Nihil Korban Jiwa
Petugas memantau kondisi pesisir Pantai Carita, Pandeglang, Banten, yang terdampak abu vulkanis erupsi Gunung Anak Krakatau.

PANDEGLANG — Aktivitas vulkanis Gunung Anak Krakatau memicu dampak langsung ke permukiman warga di pesisir Banten dan Lampung. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sebaran dampak erupsi ini melanda 15 kecamatan yang tersebar di tiga kabupaten pada dua provinsi tersebut.

Kawasan pesisir Kabupaten Pandeglang menjadi salah satu titik yang merasakan imbas erupsi di wilayah Banten. Koordinasi lintas daerah terus dimatangkan untuk memantau keselamatan warga setempat.

4 Wilayah Terdampak di Pesisir Banten

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto merinci sebaran wilayah yang terkena imbas erupsi di Provinsi Banten terkonsentrasi di Pandeglang. Titik tersebut mencakup area permukiman hingga destinasi wisata pantai yang menghadap langsung ke Selat Sunda.

Empat kecamatan di Pandeglang yang terdampak meliputi:

  • Kecamatan Carita
  • Kecamatan Labuan
  • Kecamatan Panimbang
  • Kecamatan Jiput

Paparan material erupsi juga meluas ke provinsi tetangga. Suharyanto menyebutkan abu vulkanis Gunung Anak Krakatau sempat terdeteksi menyebar ke wilayah DKI Jakarta, Banten, hingga Lampung.

Sebaran Abu di Lampung dan Pemantauan Rutin BPBD

Selain Pandeglang, dampak aktivitas gunung api di perairan Selat Sunda ini menyasar Lampung Selatan dan Tanggamus. Di Lampung Selatan, erupsi berdampak pada Kecamatan Punduh Pedada, Rajabasa, Kalianda, Ketapang, Bakauheni, Sidomulyo, serta Katibung, ditambah empat kecamatan lainnya di Tanggamus.

Meski wilayah terdampak cukup luas di 15 kecamatan, BNPB mengonfirmasi belum ada laporan mengenai warga yang terluka atau meninggal dunia akibat peristiwa ini.

“Hasilnya semua melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa. Sementara dampak secara fisik masih terus dilakukan pendataan,” ucap Suharyanto.

Untuk mengantisipasi eskalasi, pemantauan jarak jauh terus digelar secara intensif melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten.

“Kami terus melakukan video conference untuk mengetahui detik per detik, jam per jam, hari per hari. Kondisi masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau,” ujar Suharyanto.

Sumber: rri.co.id

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks