Pencarian

TNI AU Kerahkan Pesawat Water Bombing untuk Padamkan 696 Titik Panas di Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 • 18:01:01 WIB
TNI AU Kerahkan Pesawat Water Bombing untuk Padamkan 696 Titik Panas di Kalsel
TNI AU mengerahkan pesawat water bombing untuk memadamkan 696 titik panas yang tersebar di tujuh kabupaten di Kalimantan Selatan.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — TNI AU mengerahkan sejumlah pesawat untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sekaligus pemadaman udara di wilayah Kalimantan Selatan. Langkah ini diambil setelah data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan dominasi zona merah pada indeks Fire Weather Index di provinsi tersebut.

Komandan Pangkalan TNI AU Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, menyatakan operasi penerbangan difokuskan pada penyemaian awan dan pengeboman air dari udara. "Pesawat untuk modifikasi cuaca serta dukungan operasi penerbangan untuk pemadaman titik api dari udara menggunakan metode water bombing," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (23/8).

Sebaran Titik Panas dan Wilayah Terdampak Terparah

Pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarbaru mencatat intensitas api di Kalimantan Selatan terbagi dalam tiga kategori: 45 titik berisiko rendah, 622 titik sedang, dan 29 titik masuk level tinggi. Prakirawan Cuaca Fitma Surya Arghani merinci konsentrasi titik panas terbesar berada di Kabupaten Banjar dengan 127 titik, disusul Hulu Sungai Selatan (115 titik), Tapin (104 titik), dan Hulu Sungai Utara (65 titik).

Kabupaten Tanah Laut mencatat 58 titik, sementara Hulu Sungai Tengah 48 titik dan Kotabaru 46 titik. Data ini menjadi acuan prioritas penerbangan TNI AU dalam menentukan area yang harus segera dijatuhi bom air.

Sinergi Lintas Instansi dan Prioritas Keselamatan

Dalam pelaksanaan di lapangan, Hilman menegaskan operasi tidak berjalan sendiri. Personel TNI bersinergi dengan Polri, BPBD, serta instansi terkait untuk memastikan pemadaman berjalan efektif. "Keselamatan masyarakat dan pencegahan meluasnya kebakaran menjadi prioritas utama kami," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa koordinasi antarlembaga menjadi kunci agar pergerakan di lokasi terdampak tidak tumpang tindih. Pasukan darat diarahkan untuk bergerak cepat memadamkan api yang tidak terjangkau dari udara.

Water Bombing Serentak di Sumatera Selatan

Operasi serupa berlangsung di Palembang, Sumatera Selatan. Jajaran Lanud Sri Mulyono Herlambang menerjunkan helikopter untuk menjinakkan titik api di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) setelah patroli udara menemukan sejumlah lokasi terbakar.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana, mengatakan proses pemadaman dilakukan bertahap. "Titik-titik api tersebut selanjutnya ditindaklanjuti secara bertahap melalui upaya pemadaman," katanya. Helikopter tetap disiagakan hingga seluruh karhutla di wilayah itu dinyatakan tuntas.

Kerja sama dengan BNPB, BPBD, BMKG, dan Forkopimda di daerah disebut sebagai tulang punggung operasi. Nyoman memastikan armada udara tidak akan ditarik sebelum status kebakaran benar-benar terkendali.

Komitmen Berkelanjutan di Tengah Ancaman El Nino

Langkah TNI AU ini menjadi bagian dari respons nasional menghadapi musim kemarau yang memperparah kerentanan kebakaran. Dengan 696 titik panas yang tersebar di tujuh kabupaten, kebutuhan logistik pemadaman udara dipastikan masih tinggi dalam beberapa pekan ke depan.

Hilman menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung penuh upaya pemerintah dalam penanggulangan karhutla. "Kami akan terus mendukung pemerintah dan seluruh unsur terkait dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," pungkasnya.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks