PONOROGO — BPBD Kabupaten Ponorogo menyalurkan 31 ribu liter air bersih kepada 342 warga terdampak kekeringan di dua dukuh yang tersebar di Kecamatan Pulung dan Bungkal. Mereka selama ini mengandalkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi sehari-hari selama kemarau.
Kepala BPBD Ponorogo, Masun, mengungkapkan wilayah terdampak berada di Dukuh Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, serta Dukuh Munggur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal. "Warga terdampak di Dukuh Dungus sebanyak 189 jiwa, sedangkan di Dukuh Munggur sebanyak 153 jiwa," katanya, Kamis.
Distribusi Air ke Karangpatihan dan Munggu Capai 31 Ribu Liter
Bantuan air bersih ke dua desa itu mulai disalurkan sejak akhir Juli hingga 31 Agustus. BPBD bersama mitra mengerahkan mobil tangki untuk mengangkut air ke lokasi yang jauh dari sumber air.
Desa Karangpatihan menerima total 18 ribu liter air, sementara Desa Munggu mendapat jatah 13 ribu liter dalam periode yang sama. BPBD menyiagakan tandon dan jeriken sebagai sarana pendukung agar warga bisa menampung air lebih mudah.
Dua Desa Lain Masuk Daftar Potensi Kekeringan
Selain dua wilayah tersebut, BPBD masih melakukan asesmen lapangan terhadap sejumlah desa lain yang melaporkan potensi kekeringan. Bentuk penanganan yang disiapkan menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah.
Desa Wates, misalnya, mengusulkan kebutuhan berupa sarana penampungan air. Pasokan air di desa itu sebenarnya masih bisa dipenuhi dari sumur bor yang telah tersedia, sehingga yang diperlukan adalah wadah penyimpanan agar stok tetap aman saat puncak kemarau.
Sementara itu, laporan kekeringan dari Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, masih dalam tahap verifikasi. Distribusi bantuan air bersih ke wilayah itu akan dilakukan setelah proses verifikasi tuntas.
BPBD Siapkan Sarana dan Gandeng PMI untuk Percepatan Layanan
Untuk mempercepat penanganan, BPBD menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) setempat serta sejumlah instansi terkait. Langkah ini ditempuh agar distribusi air bisa menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan dalam waktu cepat.
Masun menegaskan kesiapan BPBD dari sisi sarana maupun personel selama musim kemarau berlangsung. "Kami siap dari sisi sarana maupun distribusi agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama musim kemarau," ujarnya.