LEBAK — Empat armada truk tangki dikerahkan BAZNAS Provinsi Banten untuk menjangkau titik-titik pemukiman yang paling parah mengalami krisis air bersih di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak. Distribusi yang berlangsung Sabtu (22/8/2026) ini menyasar lebih dari 1.000 jiwa warga yang selama berminggu-minggu kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Banten, Saepudin Asy Syadzily, menyebut operasi air bersih ini merupakan wujud penyaluran amanah dari dana infak dan sedekah para muzaki. Pihaknya menggandeng Bank Banten sebagai mitra strategis dalam penanganan bencana kekeringan tahun ini.
"Amanah dari para muzaki dan mitra strategis seperti Bank Banten telah kami tunaikan. Setiap tetes air bersih ini membawa keberkahan dan harapan baru bagi saudara-saudara kita di Lebak," ujar Saepudin dalam keterangannya, Sabtu.
Air Langsung Disalurkan ke Jeriken Warga
Proses pembagian air dilakukan bersama tokoh masyarakat setempat agar sasaran bantuan tepat dan merata. Air bersih tidak hanya diturunkan di satu titik, melainkan langsung disalurkan ke jeriken dan wadah penampungan milik warga di sejumlah kampung yang paling membutuhkan.
Pendekatan ini dipilih untuk memastikan setiap keluarga menerima jatah yang adil, terutama mereka yang tinggal jauh dari sumber air atau tidak memiliki akses transportasi menuju lokasi pengisian air umum.
Sinergi Penanganan Kekeringan Terus Diperluas
Langkah BAZNAS Provinsi Banten ini merupakan bagian dari respons berkelanjutan terhadap bencana kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Banten. Sebelumnya, BAZNAS RI melalui BAZNAS Tanggap Bencana juga telah menyalurkan 48.000 liter air bersama BAZNAS Provinsi Banten dan BAZNAS Kabupaten Pandeglang ke wilayah terdampak kekeringan lainnya.
BAZNAS berharap sinergi dengan Bank Banten dan pihak swasta lainnya terus diperkuat. Dengan kolaborasi yang lebih solid, penanganan krisis kekeringan di wilayah Banten diharapkan dapat direspons lebih cepat dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.