Pencarian

3 BBM Non Subsidi Pertamina di Jatim Naik per 1 September 2026, Dexlite Melonjak Rp 4.000

Selasa, 01 September 2026 • 13:02:31 WIB
3 BBM Non Subsidi Pertamina di Jatim Naik per 1 September 2026, Dexlite Melonjak Rp 4.000
Tiga BBM non subsidi Pertamina di Jawa Timur resmi naik mulai 1 September 2026, dengan kenaikan tertinggi pada Pertamina Dex sebesar Rp 4.050 per liter.

SURABAYA - Tiga BBM non subsidi Pertamina resmi naik di Jawa Timur mulai Selasa (1/9/2026). Kenaikan terbesar terjadi pada Pertamina Dex yang naik Rp 4.050 menjadi Rp 25.200 per liter, disusul Dexlite yang naik Rp 4.000 menjadi Rp 23.700 per liter. Sementara Pertamax Turbo naik lebih tipis, Rp 1.300 menjadi Rp 19.600 per liter.

Daftar Harga BBM yang Naik di Jatim

  • Pertamax Turbo: Rp 19.600 per liter (sebelumnya Rp 18.300)
  • Pertamina Dex: Rp 25.200 per liter (sebelumnya Rp 21.150)
  • Dexlite: Rp 23.700 per liter (sebelumnya Rp 19.700)

Penyesuaian ini hanya berlaku untuk produk BBM non subsidi. Produk lain seperti Pertamax dan Pertamax Green tidak mengalami perubahan harga.

Harga BBM yang Tetap di Jatim

  • Pertalite: Rp 10.000 per liter
  • Pertamax Green: Rp 16.600 per liter
  • Pertamax: Rp 15.950 per liter
  • Pertamax Pertashop: Rp 15.850 per liter
  • Biosolar: Rp 6.800 per liter

Dari delapan produk yang beredar, hanya tiga yang naik. Pertamina Patra Niaga menyebut keputusan ini mempertimbangkan keekonomian dan kondisi sosial masyarakat.

Alasan Pertamina Menyesuaikan Harga

"Penyesuaian harga dilakukan hanya sebagian produk BBM Non Subsidi yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, sedangkan produk BBM Non Subsidi lainnya seperti Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami penyesuaian harga. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan keekonomian, daya beli dan kondisi sosial masyarakat," ujar VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, dalam rilis resmi.

Pertamina Patra Niaga menghitung harga berdasarkan formula pemerintah. Indikator yang digunakan mencakup harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, dan pajak.

Kenaikan harga BBM non subsidi ini menjadi acuan bagi pengguna kendaraan di Jatim untuk menghitung ulang biaya operasional selama September 2026. Sementara itu, harga Pertalite dan Biosolar yang disubsidi tetap, sehingga beban masyarakat yang bergantung pada BBM bersubsidi tidak ikut berubah.

Sumber: detik.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks