LIPUTANHARIAN.CO.ID — Sidak itu melibatkan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Barat Helmi Heriyanto, perwakilan Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Barat Kompol Firdaus, serta Sales Area Manager Retail Sumatera Barat Pertamina Patra Niaga Fakhri Rizal Hasibuan. Penertiban bertujuan memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran.
Siapa yang Terdampak Pemblokiran
Pemblokiran menyasar kendaraan yang terekam berkali-kali mengisi BBM bersubsidi. Data pembelian berulang itulah yang jadi dasar Pertamina menonaktifkan nomor polisi tersebut dari daftar penerima.
Kendaraan yang masuk daftar blokir tidak bisa lagi membeli BBM bersubsidi. Pemilik yang merasa pembeliannya wajar dapat mengajukan klarifikasi ke Pertamina Patra Niaga dengan membawa dokumen kendaraan dan bukti pembelian.
Kronologi Sidak di Padang
Inspeksi mendadak digelar Senin (7/9/2026) di Kota Padang. Petugas memeriksa kendaraan yang mengisi BBM bersubsidi dan mencocokkan datanya dengan riwayat pembelian.
Dari pemeriksaan itu, 5.000 nomor polisi dinyatakan terdeteksi membeli BBM subsidi secara berulang. Pemblokiran langsung diberlakukan agar penyaluran BBM bersubsidi tidak bocor ke pihak yang tidak berhak.
Honda Daftarkan Merek Tideline
Di luar urusan BBM subsidi, pasar otomotif Indonesia mencatat pengajuan merek baru oleh Honda Motor Co., Ltd. Produsen asal Jepang itu resmi mendaftarkan nama "TIDELINE" melalui Pangkalan Data Kekayaan Intelektual.
Permohonan pendaftaran merek Tideline tercatat dengan Nomor Permohonan DID2026083599 yang diajukan pada 6 Agustus 2026. Berkas itu dipublikasikan resmi pada 21 Agustus 2026 dengan Nomor Berita Resmi Merek BRM26174A.
Tren Otomotif yang Menyertai
Tren kendaraan di Indonesia juga diwarnai maraknya restorasi motor bebek ke kondisi standar pabrik. Selain itu, konsumen tengah menguji mobil listrik Wuling Eksion.
GWM Indonesia memberi sinyal peluncuran MPV mewah plug-in hybrid WEY G9 melalui unggahan media sosial pada Selasa (8/9/2026).
Pemilik kendaraan yang namanya masuk daftar blokir dapat menghubungi kanal pengaduan resmi Pertamina Patra Niaga. Waspadai pihak yang mengaku bisa membuka blokir dengan memungut biaya.