Pencarian

ESDM Sebut Filter Solar Tak Perlu Cepat Diganti dengan B50, Ini Hasil Uji Jalan 50.000 Km

Rabu, 09 September 2026 • 14:41:32 WIB
ESDM Sebut Filter Solar Tak Perlu Cepat Diganti dengan B50, Ini Hasil Uji Jalan 50.000 Km
Uji jalan B50 sejauh 50.000 km tanpa pergantian filter solar berhasil dilakukan, menurut Kementerian ESDM.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Klaim itu disampaikan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR, Rabu (9/9/2026). Uji jalan yang digelar bersama pabrikan otomotif di Indonesia itu berlangsung hingga 50.000 km tanpa pergantian filter.

"Filternya yang seharusnya diganti di 10 ribu (km), sampai dengan 37 ribu km itu tidak diganti, dan ini pengujiannya sampai 50.000 (km)," kata Eniya.

Uji Lanjutan Sampai 100.000 Km oleh Gaikindo

Meski hasil sementara sudah positif, pengujian belum berhenti di angka 50.000 km. Eniya menyebut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan sejumlah asosiasi meminta pengujian diperpanjang hingga 100.000 km.

"Ini membuktikan bahwa memang bahan FAME-nya B50 itu bagus. Nah, dari sini kami secara waktu 50 ribu (km) itu cukup, tetapi karena Gaikindo dan beberapa asosiasi meminta lebih sehingga saat ini pengujian diteruskan oleh asosiasi sampai dengan 100.000 km dan ini sedang berlangsung," jelas dia.

Spesifikasi FAME B50 Lebih Ketat: Kandungan Air Turun

Perbaikan mutu FAME (Fatty Acid Methyl Ester) menjadi kunci utama. Sejak pengujian B40, sekitar 20 parameter teknis dievaluasi dan disempurnakan. Salah satu yang paling krusial adalah kandungan air yang berhasil ditekan dari maksimal 320 ppm menjadi 300 ppm.

Standar B50 juga memperketat kandungan monogliserida dalam FAME. Kadar maksimumnya turun dari 0,5 persen menjadi 0,47 persen massa. Dengan begitu, risiko pengendapan di filter berkurang.

"Monogliserit kandungan yang ada di FAME itu maksimum yang tadinya 0,5% menjadi 0,47% massa," ujarnya.

Stabilitas Oksidasi Naik dan Muncul Dua Parameter Baru

Ketahanan B50 terhadap proses oksidasi juga meningkat signifikan. Jika sebelumnya bahan bakar hanya mampu bertahan 720 menit, kini menjadi 900 menit. Artinya, kualitas B50 lebih stabil saat disimpan maupun digunakan.

"Dulunya 720 menit, sekarang menjadi lebih lama lagi. Jadi stabilitasnya meningkat menjadi 900 menit," jelas Eniya.

Standar anyar ini juga dilengkapi dua parameter yang sebelumnya tidak diatur: temperatur distilasi dan cleanliness alias tingkat kebersihan bahan bakar. "Ada tambahan dua parameter yang baru yaitu temperatur distilasi dan cleanliness," pungkasnya.

94 Persen SPBU Sudah Salurkan B50

Di sisi distribusi, PT Pertamina Patra Niaga menyatakan kesiapan infrastruktur sudah hampir menyeluruh. Direktur Utama Mars Ega Legowo Putra menyebut 94 persen SPBU di Indonesia atau sekitar 6.050 lokasi telah menyalurkan B50. Masih ada 362 SPBU yang tengah dalam masa transisi.

Respon masyarakat terhadap kualitas dan kuantitas B50 disebut berjalan baik. "Call center kami juga terus memonitor atas komplain-komplain yang terjadi dan alhamdulillah sampai dengan saat ini tidak ada komplain yang signifikan dari sisi pengguna B50 khususnya untuk di sektor retail," tambah Ega.

Sumber: oto.detik.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks