LIPUTANHARIAN.CO.ID — Produksi serial ini rampung setelah melalui masa pengembangan selama lebih dari 36 bulan di dua kota, London dan Kyiv. Penggarapannya berjalan lewat kerja sama dengan Olena Pinchuk Foundation serta sokongan jenama mewah asal Inggris, Aspinal of London.
Premis dan Karakter Unik
The First Time memilih pendekatan visual yang tidak biasa untuk topik edukasi intim. Serial ini menampilkan boneka bernama Niko yang dirancang oleh studio Talk to the Hand, tim kreatif di balik Mongrels dan Yonderland.
Karakter boneka Niko disuarakan oleh Anna Lev, pengisi suara resmi Bart Simpson versi Ukraina. Identitas visual serial ini diperkuat oleh sentuhan desainer grafis asal Seoul, Will Lim.
Niko bertindak sebagai pewawancara yang melontarkan pertanyaan lugas tanpa rasa canggung. Tokoh boneka ini memandu obrolan bersama bintang media sosial TUMAZAR langsung dari Perpustakaan Nasional Vernadsky Ukraina.
Latar perpustakaan tersebut diposisikan sebagai narator yang menyajikan data faktual serta konteks dari para pakar. Tiap episode diperkaya oleh segmen wawancara publik di jalanan serta monolog komedi internal sang boneka.
Sederet figur publik tampil menjadi bintang tamu, termasuk Oleksandr Teren. Sosok veteran perang Ukraina dan penyandang disabilitas amputasi ini sebelumnya dikenal publik lewat penampilannya di musim ke-13 The Bachelor Ukraina.
Produksi di Tengah Serangan Udara
Proses kreatif serial ini menghadapi tantangan berat akibat agresi militer Rusia yang masih berlangsung. Yuri Dvizhon mengarahkan jalannya produksi dari London, sementara tim kreatif di Kyiv tetap bekerja di bawah ancaman misil dan pemadaman listrik.
Dvizhon mengungkapkan kontras yang dirasakan tim selama proses syuting berlangsung.
“I was directing much of this show from London while our team in Kyiv kept production moving, through blackouts and repeated Russian missile and drone attacks,” ungkap Dvizhon kepada Deadline.
“It was a strange contrast: we were making a show about how people connect, while Ukraine was living through a full-scale war. I’m proud that what started as a much smaller educational idea grew into a full-scale entertainment format with its own voice, visual world and characters.”
Sineas yang telah berkarier lebih dari satu dekade ini sebelumnya melahirkan karya seperti Marriage (In)Equality in Ukraine dan Pride Is Not Available In Your Region. Deretan karyanya pernah masuk program Series Mania hingga Festival Film Internasional Stockholm.
Ketersediaan dan Format Tayangan
Dukungan platform penyedia layanan streaming menjadi kunci penting pendistribusian konten edukasi berani ini ke publik luas.
Content Director Megogo, Maria Panchenko, menyatakan pentingnya menyajikan tayangan dengan dampak sosial yang nyata.
“It is important for us to support initiatives that have a genuine social impact. The First Time offers a unique combination of entertainment and an important educational subject,” kata Maria Panchenko.
“We are pleased to give our audience the exclusive opportunity to be the first to watch a show that creates a safe space for open conversations about healthy relationships and self-acceptance.”
Setelah debutnya di aplikasi on-demand, The First Time dijadwalkan tayang reguler pada saluran linier Megogo Music. Format siaran televisi tersebut nantinya menyertakan versi podcast yang memuat obrolan selebritas secara lebih panjang.
Kehadiran format inovatif ini membuktikan industri kreatif Ukraina tetap produktif menghasilkan hiburan edukatif bermakna meski menghadapi keterbatasan ruang gerak akibat perang.