LIPUTANHARIAN.CO.ID — Departemen Dairy, Fisheries and Animal Resources Bihar mengeluarkan instruksi ketat kepada masyarakat menyusul banjir besar yang melanda Nepal hingga mengalir ke wilayah India. Arus deras Sungai Trishuli meluap melintasi sistem Sungai Gandak dan Kosi, lalu membawa lumpur, material hulu, serta ikan-ikan perairan dalam yang asing bagi warga lokal.
Larangan peredaran satwa air ini dipicu oleh temuan kasus keracunan. Berdasarkan laporan The Independent, sejumlah warga jatuh sakit setelah nekat mengolah dan memakan ikan yang didapat langsung dari genangan air banjir tersebut.
Risiko Kontaminasi Limbah dan Mikroorganisme Berbahaya
Otoritas pemerintah menekankan bahwa persoalan utama bukan sekadar bentuk fisik satwa yang tidak lazim. Arus banjir telah mencampur air sungai dengan lumpur pekat, saluran pembuangan kotoran, bangkai hewan, hingga limbah beracun lainnya sepanjang jalur aliran.
Ikan yang terpapar lingkungan tercemar membawa risiko perpindahan bakteri serta virus berbahaya ke tubuh manusia. Dr Saiprasad Girish Lad, konsultan gastroenterologi di Wockhardt Hospitals Mumbai Central, menegaskan bahwa ancaman kesehatan datang dari material yang melekat selama bencana.
"Kekhawatirannya bukan pada ikan sebagai makanan, tetapi pada lingkungan yang telah terpapar ikan tersebut," sebutnya.
Proses memasak hingga matang tidak menjamin hidangan menjadi higienis karena kontaminasi kimia dan racun tertentu tetap bertahan. Selain itu, penularan kuman berbahaya dapat langsung terjadi ketika warga membersihkan atau memegang bangkai ikan tercemar tanpa alat pelindung.
Spesies Terancam Punah Terseret Arus Deras
Fenomena ini terpantau di West Champaran, East Champaran, Gopalganj, Bagaha, hingga Saran. Di kawasan Mangalpur ghat Gopalganj, nelayan bernama Chhatu Sahani mengaku kebingungan mendapati hewan tangkapan yang sangat berbeda dari hasil harian mereka.
"Kami sangat jarang melihat ikan seperti ini dalam tangkapan normal kami. Sebagian besar mati setelah ditangkap," ujarnya seperti dikutip dari laporan The Independent.
Nelayan lain di Saharsa, Vinod Nishad, mendapati tangkapan dengan bobot puluhan kilogram, mulai dari kisaran 27-38 kilogram hingga 40-45 kilogram. Luapan air dalam skala masif ini merusak batas alami ekosistem dan menyeret biota dasar sungai keluar dari habitat aslinya.
Sameer Kumar Sinha selaku direktur Wildlife Trust of India menjelaskan bahwa ikan besar yang terseret ke Sungai Gandak kemungkinan merupakan goonch catfish atau Bagarius bagarius. Spesies berkumis dari keluarga Sisoridae ini terbiasa hidup di sungai berarus kencang wilayah India, Nepal, serta Asia Tenggara, dan kini menyandang status terancam menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Pemerintah Bihar menegaskan agar warga tidak mengambil tindakan mandiri dan wajib menyerahkan setiap temuan spesimen asing kepada petugas perikanan setempat demi keamanan bersama.