Pencarian

Ekspor Komoditas Banten Tembus Rp40,8 Miliar, Gubernur Andra Soni Dorong UMKM Penuhi Standar Global

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 15:58:31 WIB
Ekspor Komoditas Banten Tembus Rp40,8 Miliar, Gubernur Andra Soni Dorong UMKM Penuhi Standar Global
Gubernur Banten Andra Soni meninjau Mini Expo Ekspor BKHIT Banten di Tangerang, Senin (10/2/2025).

TANGERANG — Nilai ekspor komoditas unggulan Banten yang dilepas melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) mencapai Rp40,8 miliar. Komoditas yang diberangkatkan antara lain sarang burung walet, manggis, dan kepiting.

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, produk lokal tidak boleh berhenti sebagai komoditas yang hanya diproduksi dan dikonsumsi di dalam daerah. Potensi besar di sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM harus dioptimalkan untuk bersaing di pasar internasional.

Lonjakan Ekspor Ikan Capai 279 Persen

Kepala BKHIT Banten Dumasari Margaretha melaporkan adanya peningkatan signifikan pada data ekspor di wilayahnya. Ekspor hewan tercatat naik 21 persen, ikan meningkat 279 persen, sedangkan tumbuhan naik 25,4 persen.

“Ekspor didominasi ke Asia Timur dan Asia Tenggara,” ungkap Dumasari dalam laporannya.

Kenaikan ini menunjukkan komoditas Banten semakin diminati pasar luar negeri. Namun, konsistensi mutu menjadi tantangan utama yang harus dijaga para pelaku usaha.

Klinik Ekspor Jadi Kunci UMKM Tembus Pasar Global

Andra Soni menyebut kehadiran Klinik Ekspor sangat strategis bagi pelaku UMKM. Layanan ini menjadi wadah untuk mendapatkan informasi, konsultasi, pendampingan, hingga akses jejaring pasar.

“Dalam perdagangan internasional, kualitas adalah bahasa yang dipahami semua negara. Produk yang masuk ke pasar global harus mematuhi standar yang ditetapkan negara tujuan. Di sinilah peran karantina sangat penting,” tambahnya.

Pemprov Banten berkomitmen mendorong UMKM tidak hanya menghasilkan produk yang baik, tetapi juga memiliki kemampuan produksi, konsistensi mutu, kemasan, legalitas, dan sertifikasi. Kapasitas memenuhi permintaan pasar global juga menjadi perhatian utama.

Peran Karantina sebagai Fasilitator Ekspor

Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding menegaskan lembaganya berperan sebagai fasilitator dan akselerator ekspor. Pelatihan mengenai standar negara tujuan diberikan untuk meningkatkan daya saing produk.

“Masalah utama ekspor saat ini adalah menjaga konsisten mutu produk,” ucap Abdul Kadir Karding.

Aspek yang diperiksa dalam proses ekspor tidak hanya berkaitan dengan kualitas dan kesehatan produk. Pengelolaan produksi, treatment, hingga lokasi pengolahan juga menjadi bagian yang diperhatikan.

Sinergi Badan Karantina Indonesia dengan Pemprov Banten disebut perlu terus diperkuat untuk membangun ekosistem ekspor dari hulu hingga hilir.

Mini Expo dan Bazar UMKM Orientasi Ekspor

Dalam kegiatan tersebut, Andra Soni bersama Abdul Kadir Karding meninjau Mini Expo Ekspor BKHIT Banten. Sejumlah komoditas yang ditampilkan antara lain tanaman hias, tanaman aquarium, kaligrafi kulit, buah naga, manggis, salak, sereh, daun rajang kering, olahan sarang burung walet, burung lovebird, ikan mas sinyonya, kelinci, dan tas pandan.

Andra Soni mengapresiasi Bazar UMKM Orientasi Ekspor yang dinilai menjadi ruang mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas. Kegiatan juga diisi dengan Klinik Ekspor, vaksinasi hewan piaraan, serta pelepasan ekspor komoditas unggulan.

Sumber: fixsnews.co.id

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks