JAKARTA — Kementerian Perhubungan menginstruksikan seluruh jajarannya meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak karhutla yang berpotensi mengganggu keselamatan dan kelancaran transportasi. Langkah ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor SE-MHB 4 Tahun 2026 yang mengatur mitigasi di sektor darat, laut, udara, serta kereta api.
Instruksi tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta, Jumat (4/9/2026). "Karhutla dapat menurunkan jarak pandang dan mengganggu kualitas udara. Karena itu, seluruh jajaran Kemenhub harus mewaspadai serta memitigasi risikonya," ujarnya.
Tiga Sektor Transportasi yang Wajib Siaga
Pada sektor darat dan kereta api, jajaran Kemenhub diminta mengelola rumput serta semak di sepanjang ruang milik jalan dan jalur rel. Bus, truk, dan kereta api juga diperintahkan menurunkan kecepatan saat memasuki zona terdampak asap karhutla.
Kemenhub turut meminta pemasangan papan informasi elektronik atau Variable Message Sign untuk memperingatkan pengendara mengenai sebaran asap. Rute alternatif juga disiapkan apabila jalur arteri utama terisolasi akibat kebakaran.
Untuk sektor laut dan sungai, kapal diwajibkan mengaktifkan radar serta Automatic Identification System ketika melintasi area berkabut asap. Awak kapal diminta membunyikan suling kabut secara periodik dan menyalakan lampu navigasi berintensitas tinggi. Apabila jarak pandang berada di bawah ambang batas keselamatan, pelayaran dihentikan sementara.
Sementara di sektor udara, operator bandara diminta mengawasi batas minimum operasional jarak pandang berdasarkan data BMKG. Maskapai juga diwajibkan menyiapkan rencana penundaan, pengalihan, atau pembatalan penerbangan sesuai kondisi aktual. Patroli perimeter bandara ditingkatkan, dan informasi cuaca penerbangan terkini wajib dipantau sebelum pesawat beroperasi.
Integrasi Data Hotspot dengan Pusat Kendali
Kemenhub mendorong integrasi data titik panas dari Kementerian Kehutanan dengan pusat kendali transportasi darat, laut, dan udara. Koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, AirNav Indonesia, BMKG, serta Satgas Karhutla dilakukan untuk memperbarui informasi secara berkala.
“Saya minta seluruh jajaran bergerak cepat dan responsif menghadapi dampak karhutla. Kesiapsiagaan sejak dini penting untuk meminimalisasi gangguan layanan transportasi,” kata Dudy.
Akses Fasilitas Transportasi Diperketat
Kemenhub juga meminta pengawasan akses orang, barang, dan kendaraan ditingkatkan di fasilitas transportasi yang terdampak karhutla. Masyarakat di sekitar fasilitas transportasi diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan hanya mengikuti informasi resmi pemerintah.