LIPUTANHARIAN.CO.ID — Apple dipastikan memperkenalkan iPhone Ultra dalam acara "Surprise and Shine" yang digelar di Cupertino pada 9 September mendatang. Kehadiran perangkat ini sekaligus menandai debut Apple di segmen ponsel lipat, segmen yang selama ini didominasi Samsung dan sejumlah vendor China seperti Huawei serta Oppo.
Event tersebut juga menjadi momen pertama yang dipimpin CEO baru Apple, John Ternus. Saat ditanya soal ponsel lipat pada peluncuran iPhone Air tahun lalu, Ternus menyiratkan bahwa teknologi material dan miniaturisasi yang dikembangkan Apple akan diterapkan ke lini produk lain.
Jadwal Pemesanan dan Tanggal Rilis
Berbeda dari pola biasanya yang membuka pemesanan pada Jumat setelah event, kali ini Apple disebut akan memulai pra-order pada Sabtu, 12 September. Keputusan ini diambil karena Jumat pekan tersebut jatuh pada 11 September, tanggal yang ingin dihindari Apple karena merupakan peringatan 25 tahun serangan teroris di AS.
Untuk ketersediaan di pasaran, iPhone Ultra kabarnya akan dijual bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, yakni pada Jumat, 18 September. Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa perangkat ini bisa saja dirilis lebih lambat pada akhir Oktober atau November jika terjadi masalah produksi, namun kabar terbaru membantah skenario tersebut.
Isu Produksi dan Ketersediaan Stok
Analis Ming-Chi Kuo sempat menyebut pola perilisan iPhone Ultra akan mirip dengan iPhone X—diumumkan bersama lini Pro namun baru tersedia beberapa pekan kemudian. Ia memperkirakan peluncuran bisa mundur hingga Oktober akibat kendala produksi panel lipat.
Kabar tersebut kini mulai memudar. Pembocor Fixed Focus Digital melaporkan bahwa iPhone Ultra hanya akan memiliki stok "sangat terbatas" saat peluncuran, tanpa menyebut adanya penundaan jadwal rilis. Apple sendiri dikabarkan tengah meningkatkan kapasitas produksi hingga 10 juta unit.
Mark Gurman dari Bloomberg, yang telah mengikuti perkembangan ponsel lipat Apple selama lima tahun terakhir, meyakini skenario peluncuran bersamaan lebih mungkin terjadi. "Saya akan sangat terkejut jika ponsel lipat mereka tidak keluar bersamaan dengan iPhone Pro baru atau sangat dekat dengan itu," ujarnya kepada Tom's Guide.
"Entah di tanggal peluncuran yang sama, peluncuran ganda, atau keluar beberapa pekan kemudian. Gagasan soal peluncuran akhir Oktober atau November, penundaan besar-besaran, masalah rantai pasokan—saya tidak yakin itu terjadi," imbuh Gurman.
Harga dan Strategi Pemasaran
iPhone Ultra diprediksi dijual dengan banderol USD 2.000 hingga USD 2.500 (sekitar Rp 33 juta hingga Rp 41,2 juta). Dengan rentang harga tersebut, Apple diyakini akan gencar mempromosikan program sewa Apple Upgrade selama periode pra-order untuk menekan cicilan bulanan.
Langkah ini dinilai strategis mengingat harga iPhone Ultra nyaris dua kali lipat harga iPhone 18 Pro Max. Ketersediaan awal yang terbatas juga berpeluang membuat perangkat ini hanya dijual di AS lebih dulu sebelum menyusul ke negara lain.
Kesimpulan Awal
Jika skenario ini terwujud, iPhone Ultra akan menjadi ponsel lipat dengan ekosistem terlengkap berkat integrasi hardware dan software ala Apple. Namun, calon pembeli perlu bersiap dengan harga selangit dan perjuangan mendapatkan unit di hari pertama peluncuran.
Liputan lengkap akan kami sajikan langsung dari Cupertino pada 9 September mendatang, termasuk kesan pertama menggunakan perangkat lipat perdana Apple ini.