Pencarian

Periklindo Minta Bank Himbara Beri Bunga Kredit Motor Listrik Setara Bensin

Minggu, 25 Oktober 2026 • 10:02:31 WIB
Periklindo Minta Bank Himbara Beri Bunga Kredit Motor Listrik Setara Bensin
Wakil Ketua Umum Periklindo Prabowo Kartoleksono menyampaikan usulan terkait bunga kredit kendaraan listrik dalam diskusi di Jakarta (20/10/2026).

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) meminta pemerintah mengarahkan bank Himbara agar bunga kredit kendaraan listrik tidak lebih tinggi dari kendaraan bermesin bensin. Usulan disampaikan Wakil Ketua Umum Bidang Penelitian dan Pengembangan Periklindo, Prabowo Kartoleksono, dalam diskusi detikcom Leaders Forum di Jakarta (20/10/2026), karena selisih cicilan dinilai masih membebani calon pembeli bermodal terbatas.

Periklindo menilai pembiayaan menjadi penghambat utama masyarakat beralih ke kendaraan listrik, termasuk sepeda motor. Prabowo menyoroti bunga kredit kendaraan listrik yang masih lebih mahal dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE).

"Pemerintah punya banyak bank, termasuk Himbara. Kenapa pemerintah tidak mengarahkan mereka agar bunga kredit kendaraan listrik tidak boleh lebih tinggi dari kendaraan ICE? Kalau perlu, bunganya dibuat lebih rendah," kata Prabowo dalam diskusi bertajuk Memperkuat Industri Kendaraan Listrik, Mendorong Ketahanan Energi, di Jakarta (20/10/2026).

Selisih Rp 250 Ribu per Bulan Dinilai Berat bagi Konsumen

Bagi Prabowo, perbedaan cicilan bulanan sekecil apa pun tetap berarti bagi masyarakat dengan kemampuan finansial terbatas. Ia mencontohkan motor listrik dengan cicilan sekitar Rp 500 ribu per bulan versus motor bensin Rp 750 ribu.

"Untuk saudara-saudara kita yang uangnya pas-pasan, beda Rp 250 ribu sebulan itu besar sekali," ujarnya.

Angka itu menjadi alasan Periklindo mendorong intervensi kebijakan pembiayaan, bukan sekadar insentif di sisi industri. Permintaan kendaraan listrik dinilai belum tumbuh cukup kuat untuk menopang rantai pasok dalam negeri.

Kritik atas Fokus TKDN dan R&D yang Dianggap Tidak Seimbang

Prabowo menilai dukungan pemerintah selama ini terlalu berat pada kewajiban industri memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan pengembangan riset atau research and development (R&D). Menurutnya, kemudahan pembiayaan sama pentingnya agar permintaan meningkat.

"Jangan cuma industri yang terus didorong dengan kewajiban TKDN, sementara R&D juga belum dihargai secara optimal. Pembiayaan harus ikut diperhatikan," tambah Prabowo.

Industri kendaraan listrik Indonesia, kata dia, masih berada dalam tahap membangun permintaan (demand creation). Jika permintaan tumbuh, industri dan rantai pasok di dalam negeri punya peluang berkembang lebih besar.

"Jadi, semuanya harus berkembang bersama-sama. Tidak bisa hanya pabrik dan R&D yang dikejar. Bantuan pemerintah harus dilakukan secara holistik," tuturnya.

Premi Asuransi Kendaraan Listrik juga Disorot

Selain bunga kredit, Prabowo menyoroti premi asuransi kendaraan listrik yang dinilai masih lebih mahal dibandingkan kendaraan bensin. Ia meminta kebijakan pembiayaan dan asuransi ditinjau lebih bijaksana agar tidak menjadi hambatan bagi masyarakat yang ingin beralih.

"Asuransi mobil listrik lebih mahal loh daripada mobil bensin. Kan lucu, padahal mobil bensin itu 61 kali kemungkinan lebih mudah terbakar dibanding mobil listrik. Ini yang perlu kita sikapi lebih bijaksana," pungkasnya.

Usulan Periklindo ini menyasar dua komponen biaya kepemilikan yang langsung terasa di kantong konsumen: cicilan bulanan dan premi asuransi tahunan. Tanpa penyesuaian di kedua pos itu, insentif pajak dan program subsidi dinilai belum cukup menarik minat pembeli motor listrik di segmen menengah ke bawah.

Sumber: oto.detik.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks