Pencarian

Mobil Listrik Dinilai Belum Ancam Industri Komponen Otomotif Nasional

Sabtu, 19 September 2026 • 10:21:31 WIB
Mobil Listrik Dinilai Belum Ancam Industri Komponen Otomotif Nasional
Ketua GIAMM Yusak Kristian menilai penetrasi mobil listrik belum mengancam industri komponen otomotif nasional dalam waktu dekat.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor menilai penetrasi mobil listrik belum menggerus industri komponen dalam waktu dekat. Infrastruktur pengisian daya yang belum merata dan popularitas kendaraan hybrid membuat kebutuhan suku cadang mesin pembakaran tetap terjaga. Pasar komponen pengganti justru diproyeksikan tumbuh seiring populasi mobil nasional yang berpotensi menembus dua juta unit per tahun.

Ketua Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) Yusak Kristian menyatakan transisi ke kendaraan listrik belum mengancam bisnis komponen otomotif di Indonesia. Penilaian itu disampaikan di Jakarta, merespons kekhawatiran sebagian pelaku industri terhadap masa depan suku cadang mesin pembakaran internal.

Menurut Yusak, satu unit mobil listrik memang memakai komponen jauh lebih sedikit dibanding kendaraan bermesin pembakaran. Namun penetrasi kendaraan listrik di pasar nasional masih membutuhkan proses panjang, sehingga dampaknya ke industri komponen tidak serta-merta terasa.

Infrastruktur Pengisian Daya Jadi Penghambat Utama

Lambatnya peralihan ke kendaraan listrik salah satunya dipicu infrastruktur pengisian daya yang belum merata. Kondisi itu membuat konsumen di banyak daerah masih mengandalkan kendaraan bermesin pembakaran untuk mobilitas harian.

Faktor lain yang menahan laju transisi adalah tren kendaraan hybrid dan plug-in hybrid. Kedua jenis kendaraan itu tetap memakai mesin pembakaran, sehingga kebutuhan komponen konvensional tidak surut.

"Apalagi kalau EV-nya bukan EV murni. Misalnya ada yang hybrid EV atau plug-in hybrid EV. Itu komponennya masih banyak sekali yang sama dengan internal combustion engine," kata Yusak.

Pasar Komponen Pengganti Masih Menjanjikan

Peluang industri suku cadang juga datang dari pasar aftermarket, yakni komponen pengganti untuk kendaraan yang sudah beroperasi di jalan. Jumlah mobil yang beredar jauh lebih besar daripada angka produksi unit baru setiap tahun.

Usia pakai kendaraan yang bisa mencapai dua dekade membuat permintaan komponen pengganti terus berjalan. Pemilik mobil lama cenderung memperbaiki kendaraannya ketimbang membeli unit baru, terutama saat kondisi ekonomi menekan daya beli.

Populasi Mobil Diproyeksi Naik ke Dua Juta Unit

Yusak memperkirakan penjualan mobil nasional yang kini di kisaran satu juta unit berpotensi naik hingga dua juta unit per tahun. Kenaikan populasi kendaraan itu dipastikan menjaga kebutuhan komponen mesin pembakaran tetap tinggi.

Artinya, industri komponen otomotif nasional masih punya ruang tumbuh meski pasar kendaraan listrik terus berkembang. Pelaku usaha suku cadang dinilai perlu menyiapkan strategi jangka panjang, termasuk mulai menggarap komponen khusus kendaraan listrik tanpa meninggalkan lini produk konvensional.

Sumber: amp.suara.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks