LIPUTANHARIAN.CO.ID — Toyota Veloz Hybrid mencatat konsumsi bahan bakar rata-rata 24,5 kilometer per liter dalam pengujian rute Yogyakarta-Solo dan kembali ke Yogyakarta. Angka itu diraih lewat mesin 2NR-VEX 1.496 cc yang dipadukan motor listrik dan transmisi e-CVT. Sistem self-charging membuat pengemudi tak perlu mengubah kebiasaan berkendara seperti pada mobil listrik berbasis baterai.
Di pertengahan tahun 2026, Toyota mengajak sejumlah awak media menjalani Journalist Test Drive menggunakan Veloz Hybrid. Perjalanan ditempuh dari Yogyakarta menuju Solo lalu kembali ke Yogyakarta pada Selasa (15/9). Uji jalan ini menjadi kesempatan mengukur seberapa irit varian hybrid dari model yang sudah akrab di pasar keluarga Indonesia tersebut.
Mesin 2NR-VEX 1.496 cc Dipadu Motor Listrik
Toyota Veloz Hybrid mengandalkan mesin 2NR-VEX berkapasitas 1.496 cc yang bekerja bersama motor listrik dan transmisi e-CVT. Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 91 PS dan torsi 121 Nm.
Output bertambah ketika motor listrik ikut bekerja, dengan tambahan 80 PS dan torsi puncak 141 Nm. Kombinasi inilah yang membuat penyaluran tenaga terasa lebih halus dibanding versi mesin pembakaran murni.
Motor Listrik Dominan di Kecepatan Rendah
Impresi pertama saat mencoba Veloz Hybrid adalah penyaluran tenaga dari kondisi berhenti yang sangat halus. Motor listrik dominan bekerja di kecepatan rendah, sehingga respon awal mobil terasa spontan.
Ketika mobil mulai menambah kecepatan, mesin bensin dan motor listrik bekerja beriringan sesuai kebutuhan. Perpindahan sumber tenaga ini terasa cukup halus dan tidak mengganggu kenyamanan pengemudi maupun penumpang.
Jika baterai dalam kondisi penuh, motor listrik bahkan lebih dominan untuk menggerakkan mobil. Karakter ini terasa jelas di rute Yogyakarta-Solo yang banyak persimpangan dan menuntut mobil irit di jalur stop and go.
Self-Charging, Tanpa Stasiun Pengisian Daya Eksternal
Veloz Hybrid mengadopsi teknologi self-charging, di mana pasokan daya baterai terisi otomatis dari regenerasi energi saat mobil melaju maupun saat pengereman. Tidak ada kebutuhan suplai listrik dari stasiun pengisian daya eksternal.
Mekanisme ini membuat pengemudi bisa berkendara secara alami tanpa perlu mengubah kebiasaan. Berbeda dengan kendaraan listrik berbasis baterai murni yang menuntut perencanaan pengisian daya secara ketat, Veloz Hybrid lebih siap mendukung mobilitas harian.
Konsumsi BBM 24,5 Km/Liter di Rute Yogyakarta-Solo
Dalam pengetesan jalan kali ini, indikator pada MID mencatatkan efisiensi bahan bakar rata-rata menembus 24,5 kilometer per liter. Rute Yogyakarta menuju Solo dan kembali lagi punya karakter unik karena banyak persimpangan.
Hasil itu membuktikan keunggulan teknologi hybrid tidak cuma berguna saat merayap di kemacetan kota. Saat digeber untuk perjalanan luar kota, keiritan Veloz Hybrid tetap menjadi daya pikat utama.
Harga dan Posisi di Segmen Hybrid Terjangkau
Toyota memposisikan Veloz Hybrid sebagai senjata di segmen mobil hybrid terjangkau. Kombinasi mesin 1.496 cc, motor listrik, dan sistem self-charging menjadi nilai jual utamanya bagi konsumen yang ingin efisiensi bahan bakar tanpa repot urusan pengisian daya.
Bagi keluarga yang rutin menempuh perjalanan antarkota seperti rute Yogyakarta-Solo, catatan 24,5 km/liter ini menjadi gambaran nyata seberapa jauh teknologi hybrid bisa menekan biaya bahan bakar.