LIPUTANHARIAN.CO.ID — Pemerintah menyiapkan pembagian handphone gratis yang dilengkapi rekening digital bersaldo awal Rp50 ribu bagi warga yang belum tersentuh layanan perbankan. Program ini menargetkan sekitar 30% penduduk Indonesia yang belum memiliki rekening bank, dengan anggaran yang disebut mencapai Rp3,8 triliun. Dua bank Himbara, BRI dan BSI, ditunjuk memfasilitasi pembukaan rekening tersebut.
Rencana pembagian perangkat itu disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta Selatan. Menurut Hashim, setiap warga negara akan menerima ponsel yang sudah terhubung dengan rekening digital, dan seluruh dana bantuan akan dikirim langsung ke rekening masing-masing penerima.
Langkah ini menyasar kelompok yang selama ini berada di luar sistem keuangan formal. Hashim mengutip data Bank Dunia yang menyebut sekitar 30% penduduk Indonesia belum memiliki rekening bank.
"Menurut Bank Dunia, dan saya kira pemerintah juga sependapat, 30% penduduk kita belum memiliki rekening bank. Mereka berada di luar sektor perbankan," ujarnya.
BRI dan BSI Ditunjuk Fasilitasi Rekening Gratis
Dua bank pelat merah, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI), disebut sebagai lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk menyediakan rekening gratis tersebut. Keduanya diminta memfasilitasi pembukaan rekening bagi penduduk yang belum terjangkau layanan perbankan.
Pembukaan rekening direncanakan bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas. Selain rekening, pemerintah menyiapkan saldo awal Rp50 ribu per penerima sebagai pemicu aktivasi.
Anggaran yang disiapkan untuk program ini disebut mencapai Rp3,8 triliun, dengan target pelaksanaan mulai awal tahun depan.
Bantuan Tunai Tak Lagi Disalurkan dalam Bentuk Uang Fisik
Rekening digital itu dirancang sebagai kanal penyaluran bantuan sosial. Hashim menyatakan seluruh program bantuan tunai dan program sosial yang selama bertahun-tahun diberikan kepada keluarga kurang mampu akan beralih ke mekanisme transfer langsung.
"Terkait penyaluran bantuan tunai—mengingat Indonesia memiliki program bantuan tunai dan program sosial di mana pemerintah selama bertahun-tahun telah memberikan dana tunai kepada keluarga kurang mampu—seluruh bantuan tersebut tidak lagi akan disalurkan dalam bentuk uang tunai fisik," ujarnya.
Dana akan dikirim langsung oleh Kementerian Keuangan ke ponsel masing-masing penerima. Hashim menyebut Wamenkeu yang akan menjalankan penyaluran tersebut.
Antisipasi Dana Mengendap di Rekening
Pemerintah tidak berhenti pada pembukaan rekening. Ada program lanjutan untuk mengaktivasi pemilik rekening agar saldo tidak sekadar mengendap tanpa digunakan.
Sejumlah bank Himbara sendiri sudah memiliki infrastruktur agen dan layanan keuangan mikro yang menjangkau wilayah terpencil. BRI misalnya memiliki jaringan agen BRILink yang tersebar di pelosok, sementara BSI punya kanal serupa berbasis syariah.
Bagi pelaku industri perbankan, program ini berpotensi memperluas basis nasabah ritel di segmen unbanked. Namun realisasinya bergantung pada kesiapan infrastruktur digital, verifikasi identitas penerima, serta mekanisme distribusi perangkat yang belum dijelaskan secara rinci.
Sejauh mana program ini akan berjalan sesuai target awal tahun depan masih menunggu pengumuman resmi dari kementerian dan bank pelaksana.