Pencarian

Rekening Otomatis Usia 17 Tahun Digadang Perluas Inklusi, Dorman hingga Scam Mengintai

Kamis, 10 September 2026 • 08:01:01 WIB
Rekening Otomatis Usia 17 Tahun Digadang Perluas Inklusi, Dorman hingga Scam Mengintai
Menteri Airlangga menyampaikan program rekening otomatis bagi warga usia 17 tahun dalam simposium di Jakarta.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut rekening itu akan diberikan bersamaan dengan KTP begitu warga berusia 17 tahun. Rekening tersebut direncanakan menampung penyaluran bantuan sosial tunai hingga fasilitas QRIS tanpa potongan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

"Begitu mereka usianya 17 tahun, langsung otomatis dikasih KTP dan dikasih rekening koran," ujar Airlangga dalam acara Simposium Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (8/9).

Inklusi Tinggi, Literasi Keuangan Masih Tertinggal

Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menilai urgensi kebijakan ini bukan karena Indonesia kekurangan akses rekening. Data yang ia pegang menunjukkan tingkat inklusi keuangan nasional sudah 93,61 persen, sementara literasi keuangan baru 69,57 persen.

"Artinya, masalah utama bergeser dari akses menuju kemampuan menggunakan layanan keuangan secara aman dan produktif," ujar Syafruddin kepada CNNIndonesia.com, Rabu (9/9).

Rekening otomatis usia 17 tahun, kata dia, bisa menjadi pintu masuk membangun riwayat transaksi, menerima bantuan pemerintah, menabung, mengakses pembayaran digital, hingga memperoleh pembiayaan formal. Manfaat itu baru muncul jika rekening aktif, murah, mudah digunakan, dan disertai edukasi.

"Jika pemerintah sekadar mengejar jumlah rekening, kebijakan akan menghasilkan angka inklusi yang tinggi tanpa perubahan kesejahteraan," ujar Syafruddin.

Dorongan agar Rekening Punya Fungsi Nyata Sejak Awal

Syafruddin mendorong pemerintah dan bank merancang rekening dengan fungsi nyata sejak awal. Beberapa di antaranya:

  • Pembayaran pendidikan dan transportasi
  • QRIS dan tabungan mikro
  • Penerimaan bansos atau insentif pemerintah
  • Notifikasi berkala, autentikasi ulang, dan mekanisme pengaktifan kembali yang sederhana

Untuk penyaluran bansos, ia menilai rekening individual efektif memotong rantai distribusi dan mencegah pemotongan dana di tingkat perantara.

Risiko Dorman dan Salah Sasaran

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai program ini hanya memperbaiki saluran pembayaran, tidak serta-merta memperbaiki ketepatan sasaran penerima bantuan.

"Jika data penerimanya keliru, bantuan akan tetap salah sasaran, tetapi lebih cepat," ujar Josua.

Ia menyoroti potensi membengkaknya jumlah rekening tidak aktif. Pengejaran kuantitas pembukaan rekening berisiko menghasilkan banyak akun yang hanya dibuka untuk memenuhi target, lalu ditinggalkan sehingga menambah beban pengawasan bank.

"Saya lebih menyarankan agar model rekening otomatis tersedia, tetapi pengaktifan transaksi dilakukan oleh pemiliknya setelah verifikasi dan edukasi singkat," ujar Josua.

Privasi dan Sumber Dana Saldo Awal

Josua mengingatkan risiko privasi dan keamanan menjadi isu penting karena pemerintah ingin menghubungkan data Dukcapil dengan sistem perbankan dan pembayaran. Desainnya harus membatasi data yang dipertukarkan, mencatat siapa yang mengakses data, memberi pemberitahuan saat ada perubahan penting, menyediakan cara memblokir rekening dengan cepat, dan menerapkan batas transaksi awal yang rendah.

Persetujuan tambahan diperlukan apabila data transaksi hendak digunakan untuk tujuan di luar pelayanan rekening bersangkutan.

"Kemudahan membuka rekening tidak boleh berarti kemudahan membuka data keuangan warga," ujar Josua.

Ia juga mempertanyakan transparansi sumber pendanaan saldo awal Rp50 ribu per rekening. Jika berasal dari APBN, secara ekonomi itu merupakan belanja pemerintah dengan total biaya Rp50 ribu dikalikan jumlah rekening baru.

"Apabila saldo awal merupakan bagian dari kebijakan sosial pemerintah, sumber pendanaannya sebaiknya transparan dalam anggaran dan tidak dibebankan secara terselubung kepada bank," ujar Josua.

Ia mendorong pembukaan rekening dibarengi edukasi dan pengamanan. Setiap pemilik rekening baru perlu mengikuti pendidikan keuangan singkat sebelum fasilitas transfer penuh diaktifkan, mencakup kerahasiaan kode akses, larangan meminjamkan rekening, penipuan berkedok hadiah, investasi palsu, pinjaman tidak berizin, dan judi daring.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks