AIRMADIDI — Sebanyak 240 titik kebakaran pernah terjadi di wilayah Minahasa Utara, dan angka ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan. Kondisi cuaca kemarau yang berkepanjangan disebut-sebut sebagai pemicu utama tingginya potensi bencana tersebut.
Status Siaga dan Kesiapan Personel di Lapangan
Penetapan status siaga darurat ini disampaikan langsung oleh Bupati Minahasa Utara Joune Ganda. Dia menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan seluruh elemen bergerak cepat dan terpadu apabila terjadi titik api baru.
"Sinergi ini untuk bersiap sedia dalam penanggulangan bencana Karhutla, karena kondisi cuaca yang kemarau panjang saat ini," kata Bupati Joune Ganda di Manado, Rabu.
Sebagai langkah konkret, Pemkab dan TNI telah menggelar apel kesiapsiagaan. Kesiapan personel, sarana-prasarana, serta koordinasi lintas sektor menjadi fokus utama dalam apel tersebut.
Arahan Komandan Korem: Kolaborasi Kunci Atasi Karhutla
Komandan Korem 131/Santiago Manado Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi mengingatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya dialami Minahasa Utara, melainkan hampir merata di seluruh Provinsi Sulawesi Utara. Menurutnya, kolaborasi menjadi kata kunci agar penanganan di daerah berjalan efektif.
"Di Minahasa Utara ada 240 titik yang mengalami kebakaran, namun dengan kolaborasi dan sinergi yang kuat, semua itu bisa diatasi dengan cepat," jelas Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi.
Dia menambahkan, edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting yang tidak bisa ditinggalkan. Langkah pencegahan dan penanggulangan harus berjalan beriringan agar dampak kebakaran bisa ditekan seminimal mungkin.
Apa Langkah Pemkab Selanjutnya?
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terus mendorong kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana. Upaya ini dilakukan guna memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat di tengah kondisi cuaca ekstrem yang sedang berlangsung.