LIPUTANHARIAN.CO.ID — Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, membenarkan penangkapan tersebut. Tersangka, Gilang Alfitrah Dalimunthe, ditangkap sesaat setelah mengambil mobil yang membawa narkotika jenis sabu di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru.
"Tersangka atas nama Gilang Alfitrah Dalimunthe ditangkap di area parkir mal di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru, Riau," kata Eko dalam keterangan resminya, Rabu (26/8/2026).
Barang Bukti 43 Bungkus Sabu dengan Motif Khas
Saat penggeledahan dilakukan, petugas menemukan puluhan bungkus plastik yang diduga kuat berisi sabu. Total barang bukti yang diamankan mencapai 43 kilogram, dikemas dalam plastik warna hijau tosca bermotif pemandangan.
"Pada saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti sebanyak 43 bungkus plastik warna hijau tosca bermotif pemandangan yang diduga berisi sabu," jelas Brigjen Eko.
Pengendali Masih Buron, Dikenal Lewat Facebook
Dari hasil interogasi awal, tersangka mengaku hanya sebagai kurir. Ia dikendalikan oleh seseorang berinisial QY yang dikenal melalui platform Facebook. Polisi saat ini masih memburu keberadaan QY yang diduga menjadi otak pengiriman barang haram tersebut.
"QY saat ini masih dalam pengejaran kami," imbuh Eko.
Pengembangan dari Informasi Pengiriman ke Jakarta
Pengungkapan ini berawal dari informasi intelijen mengenai rencana pengiriman sabu dari Pekanbaru menuju Jakarta. Tim gabungan yang dipimpin Kombes Kevin Leleury dan Kombes Handik Zusen kemudian melakukan penyelidikan intensif di lokasi yang diduga menjadi jalur transaksi.
Setelah menemukan ciri-ciri pelaku yang sesuai dengan informasi, petugas langsung melakukan penangkapan. Tersangka kini telah dibawa ke Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan pengembangan jaringan peredaran narkoba yang lebih luas.
Penangkapan 43 kilogram sabu ini dinilai signifikan karena menyelamatkan potensi ratusan ribu jiwa dari penyalahgunaan narkotika. Polri terus mendalami keterangan tersangka untuk mengungkap rantai peredaran hingga ke bandar utama.