LIPUTANHARIAN.CO.ID — Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan pengiriman bantuan ini merupakan bentuk solidaritas pemerintah terhadap warga NTT yang menjadi korban bencana. Bantuan logistik yang dikirim meliputi beras, mie instan, air mineral, makanan dan susu, selimut, tikar, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya. Perangkat Starlink yang dikirimkan diharapkan memperkuat koordinasi penanganan bencana dan membantu masyarakat tetap terhubung selama proses pemulihan.
Pemulihan 812 BTS di Sebelas Kabupaten
"Bantuan ini adalah ikhtiar kami untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kami yang menjadi korban gempa NTT," kata Meutya dalam pernyataannya pada Sabtu, 21 Agustus. Kementerian bersama penyedia layanan telekomunikasi telah bekerja maksimal untuk memulihkan infrastruktur yang rusak akibat guncangan gempa.
Dari total 812 site atau BTS yang terdampak di sebelas kabupaten, seluruhnya kini telah kembali beroperasi normal. "Sejak awal, kami memastikan percepatan penanganan site/BTS yang terdampak gempa NTT. Saat ini site/BTS yang mengalami gangguan 100 persen telah berhasil dipulihkan," tutup Meutya.
Dukungan Konektivitas untuk Masyarakat Terdampak
Pengiriman perangkat Starlink menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan komunikasi di lokasi bencana. Teknologi internet satelit ini memungkinkan masyarakat dan petugas di lapangan tetap terhubung meskipun infrastruktur telekomunikasi konvensional sempat terganggu. Kehadiran perangkat ini juga mendukung koordinasi logistik dan evakuasi yang berjalan di tengah proses pemulihan.
Bantuan logistik yang disalurkan menyasar kebutuhan dasar warga yang mengungsi. Distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan akses dan kondisi geografis di wilayah terdampak agar bantuan tepat sasaran.