Pencarian

RI-China Bentuk Kelompok Kerja AI dan Semikonduktor, Targetkan Pertemuan Lanjutan di Beijing 2027

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 17:17:01 WIB
RI-China Bentuk Kelompok Kerja AI dan Semikonduktor, Targetkan Pertemuan Lanjutan di Beijing 2027
Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan kelompok kerja AI dan semikonduktor dengan China di Jakarta.

JAWA TIMUR — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo memastikan pembentukan Working Level Group ini melibatkan ekosistem industri dari kedua negara, bukan sekadar dialog antar-pemerintah. "Di Komdigi, counterpart kita dari RRT juga akan melibatkan ekosistem industri mereka ke kita. Banyak sekali sektor yang dibahas, seperti transfer of technology dan pengembangan AI di Indonesia," ujar Angga di Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2026).

Peta Kerja Sama: Dari Transfer Teknologi hingga Rantai Pasok Chip

Kelompok kerja ini tidak hanya membahas adopsi teknologi, tetapi juga menyoal posisi Indonesia dalam rantai pasok semikonduktor global. Pemerintah ingin memastikan hilirisasi mineral kritis tidak berhenti pada ekspor bahan mentah, melainkan masuk ke tahap produksi komponen yang bernilai tambah tinggi.

Beberapa fokus utama yang menjadi prioritas negosiasi teknis meliputi:

  • Transfer Teknologi AI: Akselerasi pengembangan ekosistem AI nasional melalui keterlibatan langsung pelaku industri teknologi China di dalam negeri.
  • Pengembangan Semikonduktor: Pemanfaatan sumber daya mineral kritis Indonesia untuk menjamin pasokan dan rantai industri chip global yang stabil.
  • Kemitraan Saling Menguntungkan: Menjamin kerja sama digital tidak mengorbankan kepentingan nasional, termasuk aspek keamanan data dan ketahanan industri lokal.

Posisi Strategis Indonesia di Panggung Tata Kelola AI Global

Pada forum yang sama, delegasi Indonesia turut mengumumkan partisipasi resmi dalam World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), sebuah organisasi kerja sama AI di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Langkah ini dinilai krusial di tengah perlombaan regulasi teknologi antara blok Barat dan Timur.

Keanggotaan Indonesia di WAICO memberikan ruang diplomatik untuk ikut merumuskan etika dan standar tata kelola AI yang tepercaya. Dengan posisi ini, Jakarta tidak lagi sekadar menjadi pasar konsumen teknologi, tetapi berupaya menjadi aktor yang menentukan arah kebijakan AI global, khususnya dari perspektif negara berkembang.

Jadwal Negosiasi dan Target Konkret

Setelah pertemuan tingkat menteri di Jakarta, kelompok kerja sektoral ini akan menggelar sesi lanjutan pada awal tahun 2027 di China. Para perunding akan mulai menyusun peta jalan (roadmap) implementasi yang lebih rinci, termasuk skema pendanaan, perlindungan kekayaan intelektual, serta mekanisme pengawasan transfer teknologi.

Bagi industri dalam negeri, kabar ini menjadi sinyal positif untuk menarik investasi riset dan pengembangan (R&D). Namun, pengamat mengingatkan bahwa keberhasilan kelompok kerja ini akan sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia lokal dan kepastian regulasi perlindungan data di Indonesia.

Sumber: voi.id

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks